Jagariau – Banyak orang sering salah mengira bahwa pembengkakan kaki dan frekuensi buang air kecil yang meningkat di malam hari hanyalah akibat kelelahan atau gaya hidup. Namun, para ahli kesehatan dari India memberikan peringatan keras bahwa kondisi ini bisa menjadi sinyal serius dari penurunan fungsi ginjal.
Dr Hemant Chaugule, seorang ahli nefrologi terkemuka di Rumah Sakit Holy Family, Mumbai, baru baru ini merilis lima gejala awal untuk membantu masyarakat mengidentifikasi risiko penyakit ginjal lebih dini. Ia membantah anggapan keliru bahwa gangguan ginjal hanya menunjukkan gejala saat sudah memasuki stadium lanjut.
“Tubuh selalu mengirimkan sinyal peringatan sejak organ tersebut mulai menurun fungsinya dalam menyaring limbah, menyeimbangkan cairan, dan mengatur tekanan darah,”jelas Dr. Chaugule dalam keterangannya.
- Perubahan Pola Buang Air Kecil
Gangguan pada kebiasaan buang air kecil merupakan tanda peringatan pertama yang paling nyata. Pasien sering kali merasa ingin buang air kecil lebih sering, terutama di malam hari. Selain frekuensi, perhatikan tekstur urine. Urine yang tampak berbusa menunjukkan adanya kebocoran protein (albumin), sementara warna yang keruh atau kemerahan bisa menandakan adanya darah dalam urine.
- Pembengkakan (Edema) pada Tubuh
Filtrasi cairan yang buruk menyebabkan penumpukan garam dan air di dalam jaringan tubuh. Kondisi ini biasanya memicu pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, hingga area di sekitar mata. Berbeda dengan kenaikan berat badan biasa, pembengkakan akibat ginjal ini bersifat lokal dan penampakannya bisa berubah secara nyata sepanjang hari.
- Kelelahan Ekstrem dan Anemia
Ginjal yang lemah tidak mampu memproduksi hormon eritropoietin secara optimal. Hormon ini berfungsi merangsang sumsum tulang untuk menciptakan sel darah merah. Jika produksinya menurun, seseorang akan mengalami anemia yang mengakibatkan rasa lelah terus-menerus, tubuh terasa lemah, hingga sesak napas meski tidak melakukan aktivitas berat.
- Gangguan Pencernaan dan Rasa Logam
Sering kali, gejala kerusakan ginjal disalahartikan sebagai masalah pencernaan biasa. Penumpukan racun dalam darah (uremia) dapat menyebabkan mual, hilang nafsu makan, hingga munculnya rasa logam di mulut (metallic taste). Dr Chaugule menyarankan agar masyarakat tidak menganggap remeh penurunan berat badan yang disebabkan oleh hilangnya nafsu makan secara mendadak.
- Tekanan Darah Tinggi yang Sulit Terkontrol
Tekanan darah tinggi yang tidak kunjung turun meskipun sudah mengonsumsi obat adalah tanda krusial. Pada pasien muda, hal ini sering kali mencerminkan kondisi medis yang mendasari gangguan ginjal, bukan sekadar efek stres akibat pekerjaan.
Langkah Pencegahan
Menurut data dari National Kidney Association, sekitar 10% populasi global kini menderita penyakit ginjal kronis. Untuk mencegah kondisi ini berkembang menjadi gagal ginjal permanen, kelompok berisiko tinggi seperti penderita diabetes dan hipertensi sangat disarankan untuk menjalani tes darah (ureum/kreatinin) serta tes urine secara berkala.
Deteksi dini adalah kunci utama. Jangan menunggu hingga gejala memberat untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis nefrologi.*











