Selasa, Juni 2, 2026
Beranda Riau DURI DBD Muncul di Duri Timur, Masyarakat Keluhkan Penanganan Pemerintah

DBD Muncul di Duri Timur, Masyarakat Keluhkan Penanganan Pemerintah

Jagariau – DURI – Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai merangsek ke pemukiman masyarakat Duri Timur.

Hal tersebut dialami seorang warga Jalan Gaya Baru, sejak sepekan lalu hingga berujung menjalani rawatan intensif di Rumah Sakit.

Meski telah mendapat penanganan medis, namun pihak terkait sama sekali belum bergerak membatasi penularannya agar tidak meluas.

“Sudah sejak pekan lalu dirawat, sampai sekarang belum ada jalan keluar, apakah rumah kami dilakukan foging atau bagaimananya, jadi takut mau pulang kerumah setelah keluar nanti,”ujar Irwan, suami pasien.

Demi menjaga keluarga kecilnya, Irwan mengaku sudah tidak ambil pusing lagi dengan penanganan dari Pemerintah. Dirinya mengaku kecewa akan perhatian dari Pemerintah dalam melindungi masyarakat.

“Sakit hati kita dibuatnya, dari pada menunggu hal yang tak pasti, lebih baik ambil keputusan nyewa fogging atau apa saja yang bisa buat hati tidak was was jika kembali kerumah,”ungkapnya jengkel.

Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Duri Kota, Kecamatan Mandau, dr Syafrida Anggie Siswelly saat dikonfirmasi menjelaskan jika penanganan DBD tidak hanya bergantung dilakukannya foging, namun penyelidikan epidemiologi dengan pemberian serbuk Abate.

Menurutnya, jika ditemukan banyak jentik cikal bakal nyamuk Aedes bersarang digenangan air, maka akan kita lakukan foging.”Yang terpenting warga mesti lakukan PSN dan gotong royong. Itu yang mujarab. Untuk korban sendiri secepatnya kami akan lakukan kunjungan kekediaman korban,”janjinya.

Untuk langkah selanjutnya, tambah Anggie sapaan akrabnya, lakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan tindakan 3M plus. Menguras, Mengubur dan Menutup tempat penampungan air plus mencegah gigitan dan perkembang biakan nyamuk.

“Foging bukan tindakan awal dalam mencegah DBD, karena foging hanya membunuh nyamuk dewasa saja dan tidak keseluruhan hingga ke nyamuk remaja hingga jentik,”jelasnya mengakhiri.*

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments