Jagariau – DURI – Terletak ditengah Kota dan padat penduduk tak menjamin kelayakan sejumlah kebutuhan masyarakatnya. Seperti yang terjadi di Desa Simpang Padang. Anak bungsu pecahan dari Desa Balai Makam itu diketahui masih menyimpan hasrat dan kebutuhan fisik dan Infrastruktur dari Pemerintah.
Hal itu diketahui saat pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (MusrenbangDes) Simpang Padang 2026 di Gedung Aula Kantor Desa, Jalan Tuanku Tambusai, Jum’at (17/10/25).
Dari 12 usulan skala prioritas yang sebelumnya telah melewati masa rembukan antara masyarakat dan wakilnya, Drainase dan Hotmix masih menjadi dambaan masyarakat agar hidup normal yang jau dari marabahaya dari faktor alam.
Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Simpang Padang, Muhammad Nazrin dalam sambutannya berharap dengan sejumlah usulan skala prioritas di Desa yang dipimpinnya itu dalam dapat diwujudkan demi masyarakat yang bermarwah, maju dan sejahtera, serta unggul di Indonesia.
Parit Beton Induk lintas 5 RW berukuran besar pencegah banjir, peningkatan jalan Siak, sambungan, Drainase di Jalan Siak, Hotmix Jalan penghubung antar RW, Base jalan, fisik gedung serbaguna, pengadaan lahan hingga pembangunan dan pengembangan wisata desa untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta track jogging.
Selain itu, usulan dibidang pendidikan, penerangan, hingga usulan pengembangan UMKM masyarakat menengah kebawah menjadi hal yang mustahak.
“Mudah mudahan seluruh usulan prioritas kita diakomodir demi majunya desa dengan slogan ‘Berseri’ ini, terlepas dari efisiensi anggaran yang tengah terjadi”ujar Nazrin didampingi sekretarisnya, Muhammad Idris.
Camat Bathin Solapan, Muhammad Rusydy MR, S.STP didampingi Kasi PMD, Ramona Weka Denata yang didaulat membuka musyawarah itu mengatakan jika seluruh usulan perdesa nantinya akan dibahas saat Musrenbang ditingkat Kecamatan, dan masing masing Desa akan dijatah 10 usulan skala prioritas.
“Untuk itu, mari kita sama sama mengawal aspirasi pembangunan kita ini agar dapat diwujudkan,”ucapnya.
Guna memperlancar pembangunan nantinya jika diakomodir, kami minta agar masyarakat untuk sedikit lebih mengalah. “Salah satu contoh pembangunan drainase, jika sedikit tanahnya dibutuhkan, jangan berat hati memberikannya demi kebersamaan kita semua,”pungkasnya.*











