Jagariau – DURI – Misteri Program Nonton bareng (Nobar) film ‘Juara Sejati’ yang direstui Dinas Pendidikan (Disdik) Bengkalis bekerjasama dengan pengelola bioskop di Mall Mandau City (Mancy) kepada ribuan siswa di Sekolah Dasar (SD) dan Menengah Pertama di Kecamatan Mandau, mengundang keingin tahuan wakil rakyat di Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkalis.
Melalui Sekretarisnya, Syafroni Untung berjanji segera membahas adanya pemberitaan tersebut dengan segenap Komisi IV guna menindaklanjutinya.
“Kami masih diperjalanan ke Batam, Kepri. Nanti sampai ditujuan, kami berembuk dahulu membahasnya agar penyampaian hasil sama,”ujar Roni, Kamis (9/10/25) melalui pesan singkat aplikasi WhatsAppnya.
Seperti dibewitakan sebelumnya, salah seorang wali murid disalah satu sekolah mempertanyakan urgensi nobar film berjudul Juara Sejati itu dengan harga tiket sebesar Rp 37 ribu perorang.
Meski diakui tidak dipaksa, namun pengaruh kepada anak anak tidak terbendung untuk memenuhi satu satunya bioskop di Kota Duri tersebut, hingga dirasa memberatkan wali murid dengan tingkat ekonomi menengah kebawah.
“Ada saja oknum oknum yang memanfaatkan nonton bareng di bioskop ini. Memang tidak diwajibkan, namun yang kami pertanyakan, apa sih pentingnya nonton film ini? Jika katanya untuk membentuk karakter anak, tidak harus dengan film, kami orang tua juga bisa,”keluh Rika, salah seorang wali murid Sekolah Dasar.
Guna memenuhi target, melalui marketing orang orang kepercayaan bioskop dikompleks Mancy itupun membuat gebrakan marketing. Bagi guru pembimbing yang bisa mengumpulkan 20 siswa untuk menonton, maka tiket gratis akan diberikan kepada guru pembimbing.
Bayangkan saja, jika seluruh sekolah tingkat dasar dan menengah menyerahkan seluruh siswanya untuk menonton, berapa keuntungan dan pundi pundi rupiah yang didapat? Apakah ada unsur keterlibatan pihak Dinas dalam meraup keuntungan dari film yang digadang gadang dapat menjadi contoh tauladan bagi siswa ini?.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Bengkalis, Hadi Prasetyo saat coba dikonfirmasi beberapa waktu lalu melalui pesan singkat aplikasi WhatsAppnya lebih memilih bungkam. Hingga kini, konfirmasi tersebut tak pernah berbalas.*











