Sabtu, April 18, 2026
Beranda Riau BENGKALIS Cari Kepah Kerang Dipantai, Dua Nelayan Tewas Disambar Petir

Cari Kepah Kerang Dipantai, Dua Nelayan Tewas Disambar Petir

Jagariau – BENGKALIS – Maut, jodoh dan rezeki ternyata telah diatur sang maha pencipta, termasuk maut. Seperti yang dialami Paman dan keponakan bernama Khairul (30) dan Ridho (15) warga Dusun III RT 03, RW 03, Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Bengkalis. Keduanya harus meregang nyawa setelah tersambar disambar petir saat mencari kepah ditepi laut, Rabu (1/10/25) sekira pukul 09.00 WIB.

Dalam kondisi cuaca gerimis disertai angin kencang dan petir, keduanya nekat ketengah laut mencari kepah demi sesuap nasi. Beruntung, kejadian itu dilihat adalah seorang nelayan, hingga keduanya saat kejadian tidak hanya terbawa air laut yang mulai pasang.

“Kondisi air di pantai saat itu sedang surut, biasanya dimanfaatkan nelayan mencari kepah,”ujar salah seorang nelayan lainnya, Kadri.

Dikisahkannya, saat itu dari kejauhan dirinya melihat kedua korban sudah tak berdaya diatas perahu. Dirinya dan nelayan lain turut melihat kedua korban yang diyakini sudah disambar petir.

Kadri mengatakan, sebelum melihat keduanya terkapar, pada saat bersamaan dan kenjaring ikan ditepi laut, bersama rekannya mendengar suara petir menyambar sesuatu dan diyakini kedua korban.

“Beberapa saat setelahnya, saksi melihat kearah pantai ada dua orang yang sedang mencari kepah diatas pasir pantai, Khairul dan Rido, sudah tergeletak. Kemudian saya bersama istrinya langsung pergi ke tepi pantai dan melihat korban Khairul dalam keadaan pakaiannya hangus, hanya tertinggal karet pengikat celana,”ungkapnya.

Bahagian belakang tangan dan paha Khairul ada luka bakar. Sedangkan Rido tergeletak namun tidak ada luka ataupun bekas terbakar.

Kapolsek Bantan, AKP Said Muhamad Ali saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Menurutnya, kedua korban disambar petir saat mencari kepah di Pantai Teluk Lancar, Bengkalis.

“Benar, ada yang meninggal. Dari keterangan warga yang kita jadikan saksi mengatakan jika korban tewas seketika di laut. Untungnya ada warga dan istrinya yang melihat, jadi jasadnya dievakuasi ke darat,”ucapnya.

Dijelaskan Kapolsek, kedua saksi sempat ketakutan dan segera mencari bantuan ke warga lain untuk bersama sama melihat kedua korban.

Saat bantuan datang, tubuh keduanya susah mengambang di air dikarenakan kondisi air laut mulai pasang. Dengan inisiatif menggunakan kayu dan kain panjang untuk dijadikan tandu mengevakuasi korban kerumah duka.

“Kedua korban dipastikan sudah meninggal dunia. Keluarganya menolak untuk dilakukan visum dan langsung disemayamkan guna proses pemakaman,”ungkap Kapolsek mengakhiri.*

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments