Sabtu, April 18, 2026
Beranda Riau PEKANBARU Khariq Anhar Ditangkap, Presma UNRI Sayangkan Sikap Bisu Pemprov Riau

Khariq Anhar Ditangkap, Presma UNRI Sayangkan Sikap Bisu Pemprov Riau

Jagariau – PEKANBARU – Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Riau (UNRI), Ego Prayogo menyayangkan sikap diam Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terkait penangkapan mahasiswa asal Riau Khariq Anhar, di Bandara Soekarno – Hatta pada 29 Agustus 2025 lalu.

Ia menilai, kasus ini bukan sekedar persoalan individu, namun menyangkut marwah Riau di tingkat nasional.

Menurutnya, sepanjang bulan Agustus yang seharusnya menjadi momentum kemerdekaan justru dipenuhi berbagai kegaduhan politik, mulai dari kebijakan kepala daerah yang dianggap sewenang wenang, DPR yang menuai sorotan publik, hingga kebijakan di Riau yang memicu demonstrasi besar besaran di Kantor Gubernur.

“Puncaknya terjadi pada 25 Agustus lalu, saat gelombang aksi dan penangkapan mahasiswa marak di berbagai daerah. Namun, ketika salah satu putra daerah, Khariq Anhar ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, pemerintah Riau justru tidak menunjukkan sikap nyata,”ujar Ego.

Ego menuding, sikap diam pemerintah ini menunjukkan lemahnya keberpihakan pemerintah daerah terhadap generasi mudanya sendiri. Ia menyebut, hingga kini pemerintah Riau hanya sebatas mengeluarkan pernyataan tanpa ada tindakan nyata.

“Seolah olah mereka menutup mata, padahal ini menyangkut masa depan anak Riau. Kalau pemerintah terus memilih diam, artinya mereka rela generasi muda Riau diinjak oleh kebijakan pusat,”ungkapnya.

Pada 9 September 2025 lalu, sejumlah perwakilan mahasiswa sempat menjenguk Khariq di Rumah Tahanan Narkoba. Ego menyampaikan bahwa kondisi fisik dan mental Khariq dalam keadaan baik.

“Dia sehat, tetap tegar, dan menitip pesan kepada orang tuanya agar tetap tenang dan menjaga kesehatan. Khariq hanya ingin kembali pulang ke Riau, karena dia merasa tidak bersalah. Semua tuduhan yang diarahkan kepadanya tidak pernah dia ketahui apalagi kenal,”ucpanya.

Dikatakannya, kasus yang menimpa Khariq harus menjadi alarm bagi pemerintah Riau untuk tidak lagi berdiam diri. Ia khawatir, jika sikap pasif ini terus berlanjut, kriminalisasi terhadap mahasiswa dan aktivis bisa kembali terulang.

“Hari ini Khariq, besok kita tidak tahu siapa lagi yang akan jadi korban. Pemerintah seharusnya hadir, berdiri bersama rakyat dan generasinya sendiri, bukan malah membiarkan marwah Riau terus diinjak,”pungkasnya.*

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments