Selasa, April 21, 2026
Beranda Riau PEKANBARU Tolak Relokasi, Ribuan Massa Kembali Kepung Kantor Gubernur Riau

Tolak Relokasi, Ribuan Massa Kembali Kepung Kantor Gubernur Riau

Jagariau – PEKANBARU – Senin (21/7/25) Ribuan massa kembali mengepung Kantor Gubernur Riau. Massa itu tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) yang menolak relokasi dari hutan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan yang akan diberlakukan pada 22 Agustus mendatang.

Massa yang sebagian besar berasal dari Kecamatan Pangkalan Kuras dan Ukui ini tiba sejak pagi dengan menggunakan truk truk pengangkut sawit. Kehadiran mereka membuat arus lalu lintas di depan Kantor Gubernur macet total. Kendaraan hanya bisa melintas dari jalur seberang.

Koordinator aksi, Wandri Saputra Simbolon mengatakan jika masyarakat tidak akan meninggalkan pemukiman mereka meski berada di dalam kawasan yang diklaim sebagai TNTN.

“Kami datang untuk menagih janji Gubernur Riau yang dulu menyatakan siap memfasilitasi penyelesaian masalah TNTN. Kami datang sebagai warga negara yang baik untuk meminta perlindungan,”teriak salah seorang warga dalam orasi di lokasi aksi.

Dalam aksi demo lanjutan ini, masyarakat menyatakan ada lima tuntutan yang disampaikan. Pertama, menolak relokasi dan menegaskan akan tetap tinggal di pemukiman yang telah lama mereka tempati di Kecamatan Pangkalan Kuras dan Ukui.

Kedua, meminta difasilitasi pertemuan langsung dengan Presiden RI atau Komisi DPR RI terkait. Ketiga, meminta kepala daerah dan aparat penegak hukum menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan nasib mereka.

Keempat, mendesak Satgas PKH segera keluar dari wilayah pemukiman warga di kawasan TNTN. Lima, menuntut kepastian dan jaminan Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten terkait hak hidup warga, akses pendidikan, ekonomi, dan masa depan anak anak mereka.

Aksi ini merupakan gelombang kedua, menyusul operasi besar besaran yang dilakukan Satgas PKH sejak Juni 2025 lalu. Satgas mengklaim telah menguasai kembali 83 ribu hektare lahan TNTN, termasuk lebih dari 60 ribu hektare kebun sawit dan fasilitas umum yang telah berdiri di atasnya.

Hingga berita ini diturunkan, akhirnya mengakomodir tuntutan pendemo dengan mengizinkan perwakilan aksi menyampaikan aspirasinya kedalam Kantor Gubernur Riau dan diterima Kepala Dinas Perkebunan, Syahrial Abdi dan Bupati Pelalawan, Zukri Misran.*

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments