Jagariau – BENGKALIS – Kesiapan Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis kembali dipertanyakan. Pasalnya, puluhan calon penumpang, masyarakat yang mengunakan jasa Kapal Roro Pakning – Bengkalis harus mengurut dada akibat kapal penyeberangan yang tidak dioperasikan, Ahad (30/3/25) malam. Padahal, waktu masih menunjukkan pukul 21.35 WIB.
Akibatnya, sumpah serapah dibarengi dengan rasa geram terlontar dari ungkapan masyarakat dengan berbagai alasan, salah satunya kerusakan kapal hingga calon penumpang dengan berat hati harus menggunakan jasa Kapal nelayan bertarif sebesar Rp 100 ribu perorang, tentunya dengan tidak adanya jaminan keselamatan penumpang.
“Orang mau menyebrang malah kapal tak ada, dan masalah ini tak pernah selesai. Yang lebih parahnya malam ini, Pemerintah Daerah ni macam tak bekerja dan tutup mata dengan masalah ini. kita nyebrang bukan gratis atau utang, pelayanan macam apa ini,”ucap Nanang salah seorang calon penumpang yang mengaku warga Desa Pangkalan Batang dengan logat Melayu kentalnya.
Saat dikonfirmasi ke salah satu petugas Dinas Perhubungan, Suhaimi mengatakan jika kondisi kapal rusak tanpa ada solusi.
“Kan kapal ada empat, terakhir pukul 21.30 WIB berangkat , kapal cuma satu bergerak, dan kapal satu ni pun dah nak rusak, makanya tak jalan lagi. Kapal tak sanggup lagi, mesinnya hampir rusak, maka nya stop, kapal yang tiga nya lagi rusak. Ada yang jebol mesinnya,”ucapnya dengan nada enteng.
Ketika ditanyakan kenapa hal seperti ini bisa terjadi, apakah tidak ada perhatian dari pemko, Suhaimi hanya diam dan malah menyarankan agar masyarakat yang ingin menyebarang malam ini untuk sewa kapal.
“Sewa spit lah atau pompong la,”ucapnya cuek sembari berlalu.*











