Jagariau – DURI – Gebrakan baru kembali digoreskan organisasi pecinta alam dan fauna, Rimba Satwa Fondation. Dengan tulisan kisah nyata tentang perjalanan hewan dilindungi berbelalai, “Dita si Gajah Baik” diharapkan dapat menjadi pengetahuan baru siswa dan masuk menjadi muatan lokal.
Hal tersebut tertuang saat peluncuran Buku Materi Conservation Goes to School (CGTS) dan Cerita Dita si Gajah Baik, Rabu (4/12/24) disalah satu hotel berbintang di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis.
Solfarina sebagai penulis buku dan juga sebagai bahagian RSF mengaku bangga dengan karya yang dihasilkannya serta mengucap Terimakasih atas pertisipasi sejumlah pihak yang telah membantu hingga terbitnya pengetahuan spesies hewan yang dilindungi tersebut.
Menurutnya, kisah Dita si Gajah Baik yang diangkat dari kisah nyata, merupakan hewan yang sengaja dianiaya oleh sejumlah pihak yang tidak bertanggung jawab dengan cara sengaja dijebak hingga akhirnya hayatnya punah dengan cara tragis.
“Terimakasih kepada seluruh pihak diantaranya BBKSDA, PT PHR, rekan rekan RSF yang telah mendukung total hingga terbitnya buku materi ini. Mudah mudahan menjadi bahan pengetahuan bagi kita semua dan generasi penerus kita agar menjaga populasi hewan berbadan raksasa dilindungi ini agar tetap lestari,”harapnya.
Ditambahkan Solfa panggilan akrabnya, populasi habitat gajah yang tersebar saat ini dipulau sumatera hanya tinggal kurang lebih 900 ekor, dengan banyaknya konflik yang terjadi dengan manusia, diperkirakan akan semakin sedikit. Untuk di Kabupaten Bengkalis, populasinya tergolong kecil dan mulai hijrah ke wilayah Giam, Siak Kecil.
Perwakilan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Hardianto mengapresiasi dengan peluncuran buku materi itu dapat dimanfaatkan sebaik baiknya oleh anak anak didik dan saling mendukung interaksi manusia dengan satwa. Dalam kirim waktu 3 tahun terakhir, PHR telah mengagas sejumlah kegiatan guna mengurangi konflik manusia dengan hewan dilindungi tersebut. Mulai dari pengadaan GPS Solar hingga kegiatan edukasi lainnya.
“Menurut saya buku ini sangat ringkas, padat dan tepat sasaran. Selain banyak ilmu yang kita dapatkan, buku ini juga membantu kita jika berhadapan langsung dengan gajah, jangan lagi kita menganggap sebagai hama, jadikan sebagai sahabat. Mari bersama menjaga gajah tetap besar, sehingga konflik manusia dengan gajah dapat diminimalisir,”ungkapnya.
Direktur RSF, Zulhusni Syukri dalam sambutannya mengatakan, jika buku ini merupakan Edukasi bagi masyarakat umum yang selama belasan tahun untuk konservasi dituangkan melalui buku
“Kami berharap sasaran dari buku ini empat kepada masyarakat dan anak anak yang selalu berdekatan dengan lintas gajah. Banyak masyarakat yang belum tau dengan kehidupan dan tantangan gajah. Melalui buku ini, dari yang tidak tau menjadi tau,”ucapnya.*











