Sabtu, April 18, 2026
Beranda Riau DURI Hari Pohon Sedunia, PT HK Gandeng RSF Hijaukan Lintasan Gajah 

Hari Pohon Sedunia, PT HK Gandeng RSF Hijaukan Lintasan Gajah 

Jagariau – DURI – Guna tetap melestarikan habitat gajah, PT Hutama Karya (HK) menggandeng Rimba Satwa Fondation (RSF) Sempena Hari Pohon Sedunia yang jatuh pada 21 November dengan menghijaukan lintasan gajah disejumlah titik Jalan Tol Pekanbaru – Dumai, Kamis (21/11/24).

Dari sejumlah titik itu diantaranya tersebar di Kilometer 69, 72 dan 73 diwilayah Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis.

Penyerahan kurang lebih 4.000 bibit Durian dan Jeruk nipis itu diserahkan langsung Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Adjib Al Hakim kepada Manajer Program RSF, Wisnu Sumantoro dan terus berlanjut ke Kelompok Tani Hutan Alam Pusaka Jaya dan BBKSDA di Markas RSF di Jalan Rangau, Kilometer 7, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Bengkalis.

Dalam sambutannya, Adjib Al Hakim mengatakan, pihaknya sengaja menggandeng RSF di Hari Pohon Sedunia ini juga tetap menjaga populasi hewan langka berbelalai dilintasan Tol Permai.

Acap melintasnya hewan raksasa yang dilindungi itu dibadan jalan Tol Permai dirasa sangat mengganggu pengendara hingga terciptanya konflik antara manusia dan hewan tersebut. Untuk itu, pihaknya menggerakkan penanaman ribuan tanaman yang tidak disukai gajah disepanjang lintasannya hingga gajah akan melintas pada terowongan yang telah disediakan.

“Jeruk nipis tidak disukai gajah, oleh karenanya kita tanam ribuan jeruk nipis ini disepanjang titik yang kerap dililintasi gajah hingga menciptakan konflik dengan manusia,”ujarnya.

Tidak hanya jeruk nipis, tambah Adjib, pihaknya juga menyelingi terus nipis itu dengan bibit durian dengan kualitas premium agar gajah kembali melintasi terowongan yang menjadi ciri khas Tol Permai dan juga sebagai Tol terunik di Indonesia.

Wisnu Sumantoro selaku Manager Program RSF mengaku bersyukur dan mengucap terimakasih PT Hutama Karya yang Sudi berkolaborasi dengan pihaknya dalam mengatasi konflik gajah dengan manusia di Duri. Menurutnya, RSF sejak tahun 2012 hingga kini tetap eksis menjaga populasi habitat hewan dilindungi itu.

“Dulunya, 40 sampai dengan 45 ekor keberadaan hewan ini di Duri, namun berangsur Diambang kepunahan dan eksodus kedaerah lain seperti Siak Kecil,”jelasnya.

Ditambahkannya, sejumlah kasus gajah menyeberangi Jalan Tol sudah terjadi, dan pihaknya berusaha menguranginya dengan memberdayakan kembali terowongan yang sudah disiapkan.”Yang terpenting melalui penanaman ribuan tanaman ini, diharapkan dapat mengurangi konflik gajah dan manusia yang acap mondar mandir dipemukiman masyarakat,”ucapnya.*

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments