Jagariau – PEKANBARU – Jelang Pesta demokrasi serentak, suhi politik kian memanas. Sejumlah pihak saling membula kelemahan sejumlah calon. Baik kerabat, keluarga bahkan suami pasangan calon. Seperti yang dilakukan Koalisi Mahasiswa Indragiri Hulu (Inhu) yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Jumat (15/11/24).
Massa yang dipimpin Koordinator Lapangan Ismi, mendesak Kejaksaan Agung RI dan Kejati Riau segera menangkap mantan Bupati Inhu, Yopi Arianto yang diduga terlibat dalam kasus PT Duta Palma.
Aksi yang dimulai sekira pukul 16.00 WIB, usai jema’ah di Masjid Almizan, Kejati Riau menyelesaikan ibadah sholat Ashar.
Massa membawa dua spanduk besar yang menampilkan foto Yopi, mantan Bupati RTR, serta bos PT Duta Palma, Surya Darmadi.
Meski hanya berdemo singkat, massa tetap menyuarakan tuntutan mereka di depan pintu gerbang Kejati Riau. Usai berorasi, mereka membubarkan diri dengan tertib.
Diketahui, kasus ini bermula dari dugaan penyerobotan lahan oleh PT Duta Palma Group di Inhu yang telah diusut sejak tahun 2022. Saat itu, Kejaksaan Agung RI telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Yopi.
“YA, selaku mantan Bupati Indragiri Hulu tahun 2011, diperiksa terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan kegiatan oleh PT Duta Palma Group,”ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Ketut Sumedana saat itu, dalam keterangan pers tertulisnya.(Ckp)











