Jagariau – DURI – Ahad (6/10/24) malam, antrian disalah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dibilangan Jalan Jendral Sudirman, Kota Duri, Kecamatan Mandau mendadak ramai dan mengular, pasalnya SPBU lainnya yang berada ditengah Kota penghasil minyak bumi itu mengalami kendala jaringan.
Pemandangan tak lazim justru terlihat saat antrian kendaraan roda empat. Rata rata kendaraan itu urung mengisi tangki bahan bahan bakarnya hanya tersebab tak memiliki Scan Barcode yang telah diwajibkan Pemerintah dan pihak SPBU.
Amiin, salah seorang masyarakat yang sebelumnya ikut antrian pengisian bahan bakar pertalite yang masih masuk dalam program subsidi Pemerintah itu mengaku kaget dengan sistem Scan Barcode yang telah berlakukan. Dirinya terpaksa meninggalkan SPBU dengan tangki mobil tetap kosong.
“Kaget aja saat ditanya Scan Barcode, mobil saya tidak bisa membeli BBM. Awalnya saya sangka hanya sekedar sosialisasi dan tetap bisa mengisi, namun memang benar adanya. Saya hanya diarahkan untuk membeli BBM jenis lain yang tidak disubsidi pemerintah dengan harga lumayan tinggi,”ungkapnya.
Dikatakan Amin, untuk mendapati Scan Barcode tersebut, dirinya terpaksa mendaftar ke aplikasi yang telah diarahkan Pertamina, namun berkali kali tetap gagal.
“Untung saja ada sahabat saya yang mengarahkan untuk mengurusnya secara komersil. Biarlah bayar, asalkan urusan tidak terkendala, kan jangka panjang,”ucapnya.(Bil)











