Jagariau – DUMAI – Malang benar nasib Siti Aisyah Tri Kurnia Ningsih (34), seorang Bidan di Dumai. Dirinya harus menanggung keganasan rampok bersenjata api (Bersenpi) saat mengobati pasiennya sendiri.
Kejadian naas itu terjadi pada Sabtu (13/7/24) lalu dirumah pelaku. Pelaku mengancam korban dengan menggunakan senjata tajam dan senpi
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Dumai, AKP Primadona saat dikonfirmasi membenarkan aksi perampokan itu. Menurutnya, pelaku saat ini masih diburu.”Saat ini, kita masih mengejar pelaku,”ujarnya.
Dikatakan Prima, awalnya pelaku menghubungi korban dan meminta korban datang ke rumah untuk mengobatinya. Korban menyanggupi dan datang ke rumah pelaku di Jalan Gunung Selamet, Kota Dumai.
“Sesampainya di rumah pelaku, korban memberikan obat. Setelah memberikan obat, pelaku lainnya datang dari arah belakang dan membekap korban, lalu menodongkan senjata tajam dan senjata api,”jelas Prima.
Melihat korban yang sudah tidak melawan, pelaku langsung mengambil barang berharga korban berupa handphone, uang, dan perhiasan emas.
“Setelah mengambil barang berharga milik korban, pelaku memasukkan korban ke dalam mobil dan membawa pergi,”tuturnya.
Di perjalanan, pelaku mengancam korban dan meminta korban agar menjual perhiasan emasnya. Pelaku meminta uang hasil penjualan emas ditransfer ke pelaku.
“Setelah itu, korban yang mendapat kesempatan untuk kabur, melompat dari dalam mobil, dan meminta tolong ke warga,”jelasnya.
Kejadian itu dilaporkan keluarga korban ke polisi. Tim Polres Dumai
melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku.”Tidak ada tempat bersembunyi bagi pelaku,”tegas Prima.(Absi/Ckp)











