Jagariau – BENGKALIS – Membludaknya animo masyarakat dalam menggunakan jasa penyeberangan Kapal Roll On/Roll Of (Roro) selama libur Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 Masehi hingga 70 persen dari tahun sebelumnya tampak dilayani sepenuh hati. Meski ramai, namun petugas pantang menyerah memberi layanan terbaik.
Selain itu, persiapan matang jauh jauh hari telah ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dibantu personil lainnya. Fasilitas penunjang juga dipersiapkan dengan rapi diantaranya pemasangan sistem pendingin ruangan diruang tunggu penumpang, kebersihan toilet hingga Musholla tampak asri untuk digunakan masyarakat.
Meski diterpa sejumlah isu miring yang kerap menyudutkan, namun realita dilapangan jauh berbeda. Antrian masyarakat yang akan diseberangkan dari Pulau Bengkalis ke Pulau Sumatera tetap menjadi prioritas Dinas yang dinahkodai Adi Pranoto.
“Sarana dan prasarana kami siapkan agar masyarakat ketika menunggu Kapal, bisa nyaman. Hasil dari yang kami bangun dan siapkan juga mendapat hasil yang baik dari Ombudsman RI,”ungkapnya.
Tak hanya disatu titik, ucap Adi, di Pelabuhan Sungai Selari juga diberlakukan hal serupa hanya demi kenyamanan penumpang, termasuk pembenahan jalur yang kini telah dua yang sebelumnya hanya satu.
“Untuk ruang tunggu juga sama kita lakukan pembenahan. Dingin, nyaman dan ada untuk anak bermain. Termasuk jalur sekarang sudah menjadi dua. Tahun ini juga untuk rigid beton sudah dianggarkan. Pemerintah terus melakukan peningkatan dan pembenahan,”jelasnya.
Dikatakan Adi, perkiraan lonjakan penumpang yang sudah diprediksi sebelumnya, pihaknya mengaku telah memaksimalkan seluruh komponen kapal yang ada guna terus meningkatkan layanan.
“Kapal yang siap jalan ada enam armada, namun yang jalan kita siapkan lima, sementara satu armada lagi kita siapkan untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan,”jelasnya.
Disebutkan Adi, jika dibandingkan tahun sebelumnya, antrian di pulau Bengkalis bisa sampai ke Polsek Bengkalis. Tapi tahun ini pihaknya bisa mengurangi antrian. Berjalan dengan lebih baik.
“Kami terjun langsung kelapangan. Memantau bagaimana susunan antrian bisa berjalan baik. Kalau antrian sampai di SPBU, itu sifatnya situasional karena didalam pelabuhan petugas tengah menyusun antrian. Setelah itu kendaraan sudah bisa masuk barisan antrian,”ucapnya.
Perlu diketahui masyarakat, sambungnya, ketika arus balik dari Pulau Bengkalis ke Pakning, Kapal Roro di Pelabuhan Pakning setelah bongkar muat, menunggu 15 menit ada atau tidak ada penumpang kapal langsung berangkat ke Pulau Bengkalis.
“Kita atur bagaimana masyarakat bisa menyeberang sesegera mungkin. Tidak mungkin kita menutup mata atau tidak peduli. Sementara instruksi ibuk Bupati sudah sangat jelas, berikan pelayanan yang baik ke masyarakat,”tuturnya.
Selain mengatur jadwal Kapal, sarana dan prasarana dan meningkatkan pelayanan ke masyarakat, pihaknya juga mengakui perkembangan pembangunan jembatan dari Pulau Sumatera ke pulau Bengkalis yang mengalami progres yang signifikan di masa kepemimpinan Bupati Kasmarni.
“Saya pernah mengikuti rapat pertemuan dengan PJ Gubernur Riau membahas masalah jembatan ini. Bisa dipastikan untuk pembangunan akan sharing budget, Pemkab Bengkalis, Pemprov Riau dan Kementerian. Bahkan tidak menutup kemungkinan pihak swasta akan dilibatkan. Bisa dicatat, diera kepemimpinan Bupati Kasmarni, rencana pembangunan jembatan ini mengalami kemajuan yang luar biasa,”ulas Adi.
Sejauh ini, kalau ada koreksi, saran dan masukan, Adi meminta agar disampaikan dengan cara yang benar dan santun, tidak tendensius dan mengiring opini publik.
“Kami pemerintah kabupetan bengkalis tidak anti terhadap kritik saran dan masukan. Untuk itu Kami mohon do’a dan dukungan seluruh masyarakat agar jembatan sungai Pakning menuju pulau Bengkalis dapat terwujud,secepatnya”pintanya.(Hen)











