Jagariau – PELALAWAN – Urung surutnya kedalaman air yang merendam Jalan Lintas Timur (Jalintim) tepat di Kilometer 76 hingga Kilometer 83, membuat Pemerintah Kabupaten Pelalawan harus bertindak cepat mengantisipasi agar tidak jatuh korban, khusus pengendara hendak melintas. Kondisi itu tampak terulang kembali pada lima tahun lalu atau pada tahun 2018.
Data yang diperoleh pada Jum’at (5/12/24), petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kabupaten Pelalawan melaporkan ketinggian air sejak malam tadi di titik terdalam mencapai 90 centimeter atau setinggi pinggang orang dewasa.
Badan Jalintim terendam air akibat luapan Sungai Kampar, mulai dari Kilometer 76, tepatnya setelah Kantor Polres Pelalawan di Pangkalan Kerinci, hingga Kilometer 83 di Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras. Hampir dapat dipastikan bahwa Jalintim berubah menjadi lautan yang menghubungkan dua Kecamatan di Pelalawan.
Kondisi air yang merendam badan jalan di berbagai titik sepanjang Jalintim sebagian tenang seperti air dalam kolam renang dan ada juga yang berarus deras. Akibat arus deras ini, dilaporkan bahwa sehari sebelumnya satu kendaraan bermotor hanyut dan terseret arus. Berkat bantuan petugas di lapangan, motor tersebut berhasil dievakuasi. Namun, kondisi mesinnya dinyatakan rusak.
Tidak hanya itu, sejumlah kendaraan banyak menjadi korban. Pantauan dilapangan, terlihat sejumlah kendaraan terperosok di bibir badan jalan hingga terguling. Bahkan ada kendaraan yang mogok di tengah-tengah kedalaman air. Kondisi ini memicu terjadinya kemacetan panjang.
Mengingat kondisi air yang membanjiri jalan nasional Jalintim belum menunjukkan pergerakan untuk surut, Pemerintah daerah bersama Forkompimda sudah mengeluarkan maklumat kepada kendaraan ukuran kecil sejenis Avanza dan sejenisnya, serta kendaraan roda dua untuk tidak melintasi Jalintim yang banjir.
“Terkait dengan penanggulangan banjir di jalan lintas timur, terhitung hari ini, Pemerintah daerah bersama TNI Polri sepakat bahwa untuk jalan lintas timur, kendaraan kecil roda dua dilarang melintas. Artinya, yang boleh lewat adalah kendaraan besar dan sedang,”ujar orang nomor satu di Pelalawan, Zukri Misran.
Solusinya, untuk kendaraan roda dua, Pemerintah daerah menurutnya menyiapkan jalur sungai, menggunakan kendaraan sungai sejenis kapal Pucai sebanyak lima unit, dengan kapasitas satu kapal bisa mengangkut 10 sampai 15 sepeda motor.
Fasilitas transportasi lewat air, tegas Bupati Zukri, tidak dipungut biaya alias gratis, baik itu untuk masyarakat ataupun pelajar. Bahkan disiapkan juga transportasi khusus berupa speed boat diperuntukkan bagi pasien-pasien yang dalam kondisi darurat. Begitu juga untuk ambulan, disiapkan juga Trado untuk mengangkut khusus ambulans.
Dalam penanganan banjir ini, Pemerintah daerah Pelalawan juga menyiapkan dua posko. Posko ini dipersiapkan bagi masyarakat yang melintas apabila butuh obat dan berobat, itu bisa gratis. Selain itu juga disiapkan sejumlah posko kecil yang ditempatkan tim dari berbagai instansi ada 20 posko dimulai dari titik setelah Kantor Polres sampai dengan titik di Desa Kemang.
Zukri juga meminta do’a kepada masyarakat agar air cepat surut, apalagi kabar terbaru dari petugas PLTA Koto Panjang, bahwa pihaknya mulai menurunkan volume pembukaan air buangan.(Bil/Ckp)











