Jagariau – DURI – Penderitaan ribuan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Terubuk Cabang Duri dan sekitarnya beberapa pekan terakhir tampak akan berlanjut. Pasalnya sejumlah permasalahan terus terjadi terkait pasokan air baku yang berasal dari waduk di Kilometer (KM) 125, milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Akibatnya, ribuan masyarakat pelanggan PDAM itu terus berteriak akan layanan yang diberikan. Efeknya, masyarakat sembari ngedumel terpaksa harus merogoh kocek lebih dalam hanya untuk mendapatkan air bersih yang dipesan ke sejumlah penyedia jasa layanan.
Forum Pelanggan PDAM Tirta Terubuk Cabang Duri dan sekitarnya, Setiawan meminta kepada PT PHR selaku pensupplay air bersih agar memikirkan nasib masyarakat yang selama ini bergantung air bersih kepada PDAM.
“Mohon fikirkan nasib kami masyarakat yang bergantung air bersih ke PDAM, jangan persulit pasokan air baku. Tak mungkin sekelas PHR tidak bisa menyelesaikan permasalahan internalnya. Tolonglah,”pintanya.
Dikatakan Setiawan, dari informasi yang didapat pihaknya dari bagian produksi PDAM, pasokan air baku yang disupplay PT PHR menurun drastis. Dari 40 liter/detik, kini hanya setengahnya saja dan membuat pasokan air bersih terganggu ke ribuan pelanggan.
“Kepada Pemerintah, mohon berikan solusi. Kami masyarakat sangat membutuhkan air bersih. Sementara PDAM tak dapat berbuat banyak,”ungkapnya.
Terpisah, Kepala Cabang PDAM Tirta Terubuk Cabang Duri melalui Kasi Produksi, Pungka Simanjuntak saat dikonfirmasi membenarkan adanya sejumlah permasalahan dari waduk yang berada di KM 125 milik PT PHR selaku pensupplay air baku ke PDAM.
Pungka memaparkan sejumlah alasan pelik yang disampaikan perwakilan PT PHR hingga tersendatnya pasokan air baku diantaranya pipa dari Sungai Rangau ke waduk KM 125, pecah. Kemudian minimnya curah hujan yang turun turut mempengaruhi cadangan air yang tersedia.
Selanjutnya kerusakan pompa pensupplay air baku ke PDAM menjadi kendala utama sehingga tidak dapat dioperasikan pada tekanan yang biasa dan berdampak pada turunnya debit air.
“Stock air di waduk KM 125 sudah mencapai level yang kritis sehingga perlu dilakukan mitigasi dan pembatasan penggunaan air,”jelas Pungka menirukan penyampaian perwakilan PT PHR.
Ditambahkan Pungka, Sebagai mitigasi sampai permasalahan teratasi, maka PT PHR melakukan kebijakan diantaranya hanya mengirimkan air untuk operasional dilakukan pada siang hari saja.
“Sementara pasokan air untuk PDAM tetap disupplay dengan debit 50 persen dari normal karena kerusakan pompa dan minimnya ketersediaan air waduk KM 125,”ungkapnya
“Dengan ketidaknyamanan pelayanan ini, kami memohon maaf yang sebesar besarnya. Kami memang masih jauh dari kata sempurna, namun kami berusaha semaksimal mungkin menuju kearah tersebut,”ucapnya mengakhiri.(Hen)











