Jagariau – PEKANBARU – Pulah Sumatera kembali terdeteksi memliki sedikitnya 247 titik Hotspot dan menimbulkan kekhawatiran serius potensi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan hingga menimbulkan bencana kabut asap.
Hal tersebut dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru.
Dari 10 provinsi yang terdeteksi memiliki Hotspot, Riau merupakan Provinsi dengan jumlah tertinggi dengan 54 titik dan diikuti Bangka Belitung dengan 45 titik, Sumatra Selatan 44 titik, serta Lampung 34 titik.
“Sedangkan di Provinsi Jambi terdeteksi 33 titik, Sumatra Barat 20 titik, Bengkulu 9 titik, Kepulauan Riau 4 titik, Aceh 3 titik dan Sumatra Utara 1 titik,”ujar Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Mia Vadilla, Senin (7/8/23).
Dikatakan Mia, Hotspot di Riau terpusat di sembilan Kabupaten, diantaranya Indragiri Hilir 11 titik, Rokan Hulu 9 titik, dan Kuantan Singingi 8 titik.
Pelalawan, Kampar, dan Indragiri Hulu masing masing terdeteksi 6 titik. Sisanya di Siak 4 titik, Kepulauan Meranti dan Bengkalis masing masing 2 titik.
“Suhu udara di wilayah Riau berkisar antara 24.0 hingga 34.0 derajat Celcius, dengan kelembapan udara mencapai 55 hingga 98 persen. Angin bertiup dari arah Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan antara 10 hingga 30 Kilometer per jam,”jelasnya.(Hen/Ckp)











