Selasa, April 21, 2026
Beranda Riau PEKANBARU Tuntut Polisi Serius Usut Pembunuhan Berencana Aktivis di Kuansing, Puluhan Masyarakat Gelar...

Tuntut Polisi Serius Usut Pembunuhan Berencana Aktivis di Kuansing, Puluhan Masyarakat Gelar Aksi di Mapolda Riau

Jagariau – PEKANBARU – Puluhan kelompok masyarakat sipil dari berbagai kalangan di Riau, Rabu (2/8/23) menggelar aksi damai didepan Markas Polisi Daerah (Mapolda) Riau. Masyarakat menuntut Kapolda Riau serius dalam mengusut kasus pembunuhan sadis aktivis Lingkungan Hidup dan Petani Sawit, Arsyad Rachim di Kuansing.

Arsyad sendiri ditemukan tewas dalam kondisi bersimbah darah pada 4 Juli 2023 sekira pukul 17.35 WIB di Jalan Pertanian, Pematang Sialang, Dusun 3 Desa Kompe Berangin, Cerenti, Kuansing.

Guna keperluan penyidikan, pihak Kepolisian melakukan autopsi jenazah korban di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Pekanbaru, dan Polres Kuansing mengungkap pada 7 Juli 2023 bahwa tersangka melakukan 9 kali pembacokan dengan sebilah parang ke tubuh korban.

Kapolres Kuansing, AKBP Pangucap Priyo Soegito menjelaskan bahwa pelaku pembunuhan yang berhasil ditangkap berinisial PT alias Yandi alias Abe yang merupakan pelaku tunggal.

Menurut Kapolres, penyebab terjadinya pembunuhan berawal dari kesalahpahaman antara korban dan pelaku, saat itu pelaku mengendarai sepeda motor yang bermuatan sawit dalam keranjang dan menggeber geber sepeda motor di depan korban.

Kuasa Hukum korban, Alhamran Ariawan mengatakan, banyak kejanggalan yang dipaparkan Kapolres Kuansing tersebut dengan menyatakan bahwa pembunuhan terhadap korban disebabkan masalah sepele dan tidak direncanakan sama sekali.

“Pembunuhan ini bukanlah pembunuhan biasa, tapi pembunuhan yang sangat sadis, keji dan terencana, oleh karenanya perlu dilakukan metode pendekatan scientific crime investigation yaitu metode yang memadukan teknik prosedur dan juga teori ilmiah guna melawan kejahatan dan memenuhi kebutuhan hukum,”ungkap Alhamran.

Koordinator aksi, Asmar mengatakan, pihak Kepolisian harus merespon kasus ini agar tidak terjadi kekeliruan dalam prosesnya.

“Kami yakin Pak Kapolda, Irjen Pol Mohammad Iqbal akan menjaga reputasinya sebagai pemimpin kepolisian yang adil dan berpihak kepada anggota masyarakat yang dizolimi dan menjunjung kebenaran dari setiap kasus kriminal yang mereka tangani,”ucapnya.

Ditambahkannya, hingga saat ini pihak dari pelaku tidak menujukkan itikad baik, mengingat orang tua dari tersangka sebagai Kepala Desa.

“Kami akan terus memperjuangkan keadilan ini dan meminta Kapolda Riau maupun Kapolres Kuansing untuk merespon dengan tidak melindungi pelaku namun mengadili perkara pembunuhan ini dengan jernih, adil dan memberikan kesempatan kepada beberapa saksi yang mengetahui kronologis peristiwa tragis itu. Jika tidak ada respon, kami akan membawa lebih banyak peserta aksi dan mengangkat kasus ini ke tingkat nasional,”ancamnya.(Hen/Ckp)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments