Jagariau – PEKANBARU – Miris, meski menjadi kebanggan masyarakat Riau, namun Sholat Idul Adha 1444 Hijriyah tidak digelar di Masjid Raya Annur. Hal itupun menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat.
Salah satunya datang dari Ketua Dewan Pimpinan Agung (DPA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) versi Mubes Dumai, Tan Seri Syahril Abu bakar. Dirinya mengaku heran akan hal tersebut.
Sebahagian masyarakat berpendapat terlebih akan masih terkendalanya proyek Payung yang sempat bermasalah dan tak kunjung rampung.
“Tak pernah ada Masjid Raya yang tak digunakan untuk Sholat Idul Adha. Hanya di zaman Pak Syamsuar lah hal ini terjadi. Ada apa dengan Masjid Raya Annur?,”ujar Syahril.
Dikatakan Syahril, Apalagi, Ustad Abdul Somad (UAS) pernah menyindir terkait proyek payung elektrik di Masjid Annur di instagram pribadinya.
“Saya kira sudah pada tingkat kekecewaan semua lapisan. Kecewa berat dengan kepemimpinan pak Syamsuar ini. Mulai dari ulamanya, sampai kepada kaum adatnya,”ucap Syahril.
Bisa jadi kekecewaan tersebut adalah rangkaian dari janji politik yang tak selesai.
“Kalau sudah tingkat UAS yang kecewa itu berat itu. Datuk Seri Setia Ulama kita ini mungkin termasuk orang orang pertama yang dikecewakan. Pasti orang orang dibawahnya juga kecewa,”ungkapnya.
Syahril mengingat, banyaknya program dan agenda yang penuh. Namun akhir-akhir ini banyak masalah, apalagi setelah ada proyek payung elektrik.
Dirinya menilai, banyak hal hal yang kontradiktif di bawah kepemimpinan Syamsuar. Disatu sisi kekurangan anggaran, namun di satu sisi menghamburkan anggaran.
“Tak ada yang tuntas, tak ada yang selesai, banyak yang terbengkalai. Ini kami bicara objektif saja. Tak ada sentimen. Kalau kami masyarakat adat sudah jelas lah, sudah porak-poranda. Tak pernah dualisme di zaman Pak Syamsuar jadi dualisme,”tudingnya.
Ditambahkan Syahril, dalam ilmunya, jika seseorang sukses disatu tempat, bukan berarti juga bisa sukses di tempat lain. “Sukses di Kabupaten, untuk sukses di Provinsi itu lain. Cakupannya lebih luas,”jelasnya.
“Maka mudah mudahan Pj Gubernur yang akan datang bisa menghimpun ini semua, yang tercerai berai dan tercabik bisa dihimpun balik, sehingga bisa solid lagi kedepan,”tukasnya.
Untuk diketahui, Proyek Payung Elektrik Masjid Raya Annur Riau yang dikerjakan PT Bersinar Jestive Mandiri itu bernilai Rp 42 Milliar. Anggaran itu dialokasikan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Riau Tahun 2022.
Selain 6 Payung Elektrik, anggaran proyek tersebut juga meliputi pekerjaan Landscape, Walkway, Pembangunan gerbang masuk 2 unit, Pekerjaan tempat Wudhu 4 unit, Pekerjaan pos jaga, dan Pekerjaan Mekanikal Eektrikal.(Nov/Ckp)











