Jagariau – DURI – Permainan ketangkasan dengan modus capit boneka marak di Kota minyak Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis.
Mirisnya, permainan tersebut didominasi generasi penerus berusia 5 hingga 10 tahun. Meski dianggap sejumlah pihak hanya sekedar hiburan, namun efeknya dapat merusak akhlak pemujanya.
Dari pengakuan pengelolanya, permainan ketangkasan Capit Boneka tersebut khusus di Kabupaten Bengkalis mencapai 90 unit dan tersebar disetiap sudut lingkungan masyarakat.
“Setiap hari kami mengambil dan mengantar koin dimesin ini. Siang dan malam. Pembagian fee nya sebesar 10 persen bagi tempat yang kami tumpangi. Kami dari Bandung Pak,”ungkapnya mengaku bernama Rian melalui sambutan telepon genggamnya.
Mengejutkan lagi, pengelola permainan itu menyebut nyebut nama oknum pejabat Polda Metro sebagai pemiliknya.”Itu milik Bapak “I” Pak, beliau pejabat di Polda Metro,”ungkapnya dengan logat kental Jawa Barat.
Saat ditanya ada tidaknya komplain dari masyarakat, salah seorang pengantar dan penjemput koin permainan itu hanya menjawab dengan enteng, jika ada yang komplain, tinggal kita angkat dan pindahkan ketempat yang lebih aman.
Setiawan, salah seorang warga mengaku prihatin akan permainan ketangkasan berbau judi itu.”Heran saja melihat moral manusia sekarang, permainan capit ini lihat saja. Menggunakan koin yang harus dibeli dengan uang, apa tidak judi? Penggemarnya anak anak lagi. Kenapa pihak berwajib diam saja seakan tidak memiliki hati,”ungkapnya.
Menanggapi permainan ketangkasan dengan innovasi baru itu, Kapolres Bengkalis melalui Kasatreskrim, AKP Muhammad Reza saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatApp nya, Senin (26/6/23) tak kunjung berbalas.(Hen)











