Jagariau – DURI – Ketenangan warga Jalan Rokan, BTN Rokan Permai, RT 02, RW 23, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau spontan dihebohkan dengan penemuan sesosok jenazah priabdiketahui berinisial AF, Kamis (22/6/23) sekira pukul 16.00 WIB.
Hal tersebut dibenarkam Kapolsek Mandau, Kompol Hairul Huda melalui Kanit Reskrim, Iptu Anggi. Menurutnya, korban diduga menderita penyakit hingga menghembuskan nafas terakhir tanpa diketahui tetangga hingga menimbulkan bau busuk dan kemunculan belatung dijasad korban. Hal itu diterkuak oleh hasil Visum dokter yang menyatakan jika korban sudah meninggal dunia lebih dari 3 hari.
Dipaparkan Kanit, awal ditemukan jenazah korban bermula saat tetangganya yang sekaligus saksi awal mencium bau busuk didepan pintu rumahnya. Saat ditelisik aromanya, ternyata berasal dari rumah kontrakan korban yang tepat berhadapan dari rumah saksi.
Saat terus penasaran mencari asal aroma itu, saksi bertambah curiga dengan banyaknya lalat berterbangan dari bahagian jendela rumah korban. Takut ada yang tak beres, saksi kemudian menghubungi suaminya lalu mengajak warga lainnya untuk mencari tau apa yang terjadi.
Guna memastikan gerangan yang terjadi, warga sekitar mencoba melihat isi dalam rumah dari jendela. Ternyata benar, tampak sesosok pria telah terbujur kaku dalam keadaan tertelungkup disamping kasur pada ruang tamu yang telah dikerubuti belatung.

Menurut warga sekitar, korban bekerja disalah satu perusahaan luar Kota Duri sebagai Operator Crane alat berat dan sudah lama ditinggal anak dan istrinya ke Medan, Sumatera Utara (Sumut) hingga dirinya tinggal seorang diri.
Usai dilaporkan ke pihak Kepolisian, jenazah langsung dievakuasi ke RSUD Mandau guna dilakukan Visum.
Dari hasil visum, sejumlah keterangan didapat jika kondisi jenazah sudah kaku pada tulang-tulang besar. Proses pembusukan juga sudah mulai dengan hadirnya banyak belatung, bahagian perut dan kantong zakar sudah membengkak dan diperkirakan korban sudah meninggal diatas tiga hari.
“Untuk penyebab kematian korban belum dapat kita simpulkan dikarenakan tidak dilakukan Autopsi pada jenazah,”ujar Kanit.(Hen)











