Jagariau – DUMAI – Usai menanggulangi kebakaran di area gas compressor, PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit (RU) 2 Dumai kini beralih ke proses recovery kilang.
Area Manager Communication, Relations & CSR RU 2 Dumai, Agustiawan, menjelaskan bahwa proses recovery dilakukan agar operasional kilang dapat kembali berjalan optimal serta warga terdampak bisa segera beraktivitas.
“PT KPI RU 2 Dumai meminta maaf atas kejadian ini. Dan kami akan bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi di masyarakat,”ujar Agustiawan
Akibat kejadian itu, sejumlah rumah warga dan rumah ibadah, khususnya yang berdampingan dengan kilang mengalami kerusakan minor. PT KPI RU 2 Dumai berjanji akan segera menanggulangi kerusakan yang terjadi sehingga masyarakat dapat kembali nyaman beraktivitas.
Dijelaskan juga, saat ini PT KPI RU 2 Dumai membentuk Tim Pemulihan dan Recovery yang melibatkan Pemerintah Daerah, Penegak Hukum, serta perwakilan masyarakat untuk mempercepat langkah pemulihan.
Pendataan terhadap kerugian di masyarakat pun tengah dalam proses pencatatan. Selain itu, PT KPI RU 2 Dumai juga sudah mensiagakan tim medis untuk melakukan pengecekan kesehatan bagi masyarakat sekitar.
“Kami pastikan juga bahwa stok BBM Nasional, khususnya wilayah Sumatera Bagian Utara, dalam keadaan aman. Semoga proses recovery dapat berjalan baik sehingga beberapa hari ke depan kondisi operasional kilang sudah dapat berjalan optimal,”terang Agustiawan.
Dikatakan Agus, saat ini penyebab insiden masih dalam proses penyelidikan.
Jumlah Korban Luka Jadi 9 Orang
Jumlah korban akibat kebakaran Kilang Minyak Putri Tujuh, Pertamina Refinery Unit (RU) 2 Kota Dumai, pada Sabtu (1/4/23) malam terus bertambah.
Awalnya, lima orang dilaporkan mengalami luka akibat terkena serpihan kaca dalam insiden tersebut. Namun kini bertambah jadi 9 orang.
Hal itu dibenarkan Area Manager Communication, Relations & CSR RU 2 Dumai, Agustiawan. Korban luka merupakan pekerja di ruang operator.
Semua korban telah mendapatkan penanganan pertama dan perawatan di RS Pertamina Dumai sebelum kembali ke rumah masing-masing.
Meski dilaporkan tidak ada korban jiwa, namun insiden kebakaran ini menyebabkan kerusakan yang cukup parah. Sehingga aktivitas produksi di kilang yang terdampak dihentikan sementara waktu.(Mel/Ckp)











