Rabu, Juli 29, 2026
Beranda Riau PEKANBARU Desak DPRD Bentuk Pansus Lidik PHR, Ratusan Massa AMPR Serbu DPRD Riau

Desak DPRD Bentuk Pansus Lidik PHR, Ratusan Massa AMPR Serbu DPRD Riau

Jagariau – PEKANBARU – Aksi demonstrasi terkait kematian 11 pekerja subkontraktor PT Pertamina Hulu Rokan terus berlanjut. Kali ini gelombang demo besar kembali terjadi, Kamis (16/3/23). Masa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Provinsi Riau (AMPR) menyerbu Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau.

Dalam tuntutannya, massa mendesak agar DPRD Riau segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna menyelidiki Perusahaan milik negara itu pasca dilepas PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).

Meski sempat tertahan di pintu gerbang Kantor, sejumlah perwakilan massa aksi akhirnya dapat bertemu dengan anggota DPRD Riau, diantaranya Wakil Ketua DPRD Riau, Syafaruddin Poti, Wakil Ketua Komisi V, Karmila Sari dan Sekretaris Komisi V, Syamsurizal.

Awalnya Wakil Ketua DPRD Riau, Syafaruddin Poti sempat menemui pendemo, namun sempat terjadi kericuhan kecil, sehingga politisi PDIP tersebut dievakusi masuk ke dalam gedung.

Guna meredam amarah massa, akhirnya sejumlah perwakilan yang dipersilahkan masuk kedalam gedung untuk berdialog dan perwakilan massa meminta DPRD tegas akan sejumlah kasus kematian yang menimpa belasan subkontraktor Perusahaan yang dipimpin Basuki Tjahja Purnama itu.

Selain itu, Pembentukan Pansus dianggap solusi, agar dewan bisa mencari tau akar masalah yang jadi sebab turunnya standar keselamatan kerja di lingkungan PHR. Selama seratus tahun dikelola PT CPI sangat minim terjadi kecelakaan kerja, apalagi sampai ada korban jiwa.

Seperti diketahui, menyikapi kecelakaan kerja yang banyak menimbulkan korban jiwa, DPRD Riau telah memanggil PT PHR, namun dalam rapat dengar pendapat pada 2 Februari 2023 lalu, Direktur Utama PHR Jaffee A Suardin justru tak menampakkan batang hidungnya.(Bil/Rtc)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments