Jagariau – BENGKALIS – Abrasi di Pulau Bengkalis semakin memprihatinkan. Teranyar, Sedikitnya sekitar 100 hektar lahan gambut di pesisir Utara, Dusun III RT 02, RW 06 Desa Simpang Ayam, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis diketahui amblas ke laut.
Lahan amblas itu diantaranya telah ditanami Palawija, Nenas, serta Perkebunan Sawit terjadi pada Sabtu (11/12/22) dan Ahad (12/12/22) saat hujan terjadi semalaman.
Amblasnya lahan gambut di wilayah itu sebelumnya juga pernah terjadi pada Sabtu (25/12/21) lalu hingga menyebabkan tiga hektar perkebunan nanas warga raib. Namun kejadian pilu itu kembali terulang dan tercatat sebagai kejadian terparah.
Pantauan dilapangan, amblasnya lahan gambut tersebut mencapai kedalaman sekitar 4 sampai dengan 6 meter, musibah itu diperparah dengan hantaman gelombang laut pasang atau abrasi.
Kepala Desa (Kades) Simpang Ayam, Mujiono saat dikonfirmasi riauterkini.com membenarkan adanya peristiwa ratusan hektar lahan milik warganya amblas ke laut itu.

Lahan perkebunan berukuran sekitar 1.000 meter x 1.000 meter, longsor ke laut setelah diguyur hujan deras semalaman yang menimbulkan retakan-retakan hebat dari permukaan tanah.
“Ratusan hektar lahan amblas ke laut setelah diguyur hujan lebat Sabtu tadi malam dan diperparah dengan hantaman gelombang laut Selat Malaka saat pasang,”jelas Kades.
Dikatakan Kades, akibat musibah itu, ratusan lahan tidak dapat dimanfaatkan lagi dan terpaksa dibiarkan begitu saja oleh pemiliknya.(Mel)
Sumber : Riauterkini.com











