Jagariau – PEKANBARU – Terhitung hari ini, Sabtu (1/10/22), Pertamina mulai melakukan uji coba penggunaan sistem QR Code untuk melakukan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar dan Pertalite di Riau. Untuk tahap uji coba sistem pembelian BBM bersubsidi ini dilakukan di 4 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di Bumi Lancang Kuning.
Penjabat sementara (Pjs) Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR), PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, Agustiawan menjelaskan empat lokasi tersebut yakni SPBU 14284657 – Rimbo panjang, Kampar, SPBU 142826114 – Jalan Riau, Pekanbaru, SPBU 14282635 – jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru dan SPBU 11288601 – jalan Putri Tujuh, Dumai.
“Untuk tahap awal baru empat SPBU. Selanjutnya akan menyusul 3 SPBU lain lagi,”ujarnya.
Untuk masyarakat yang melakukan pembelian menggunakan QR Code maka akan mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) 191 tahun 2014. Dimana mobil pribadi roda 4, maksimal dapat mengisi BBM sebanyak 60 liter perhari. Kemudian untuk mobil umum roda 4, 80 liter perhari. Selanjutnya, untuk mobil umum roda 6 ke atas, 200 liter perhari.
“Bagi masyarakat yang belum melakukan pendaftaran di Mypertamina untuk mendapatkan BBM bersubsidi itu maka akan diatur dengan Pergub. Yakni mobil pribadi roda 4, 40 liter perhari, mobil umum roda 4, 60 liter perhari, dan mobil umum roda 6 ke atas, 100 liter perhari,”bebernya.
Untu diketahui hingga 22 September 2022 kemarin, Pertamina mencatat total sudah ada 72.695 pendaftar yang telah diregister dalam aplikasi Mypertamina. Ini terdiri dari 50.494 register Pertalite dan 22.164 register Biosolar.(Bil)
Sumber : Riauterkini.com











