Jagariau – DURI – Jelang Perayaan Idul Adha 1443 Hijriyah, masyarakat Kecamatan Mandau patut waspada dengan tertularnya puluhan hewan ternak sapi akan Penyakit Mulut dan Kuku. Diduga, PMK itu tertular diakibatkan sapi yang didatangkan dari luar daerah atau impor, namun sapi tempaatan masih dipastikan aman dari PMK.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Amri Noer melalui Kepala seksi (Kasi) Kesehatan Hewan, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Bengkalis, Mardani.”Hewan ternak berupa sapi yang tertular PMK, saat ini tengah menjalani proses karantina dan sudah ditangani dengan serius,”ujarnya.
Dikatakannya, peternak yang mendatangkan sapi dari luar Bengkalis tak menyadari jika sapi sapi yang didatangkan merupakan dari wilayah yang sudah terpapar PMK. Mendapat laporan, petugas mendapati gejala klinis dan melakukan pengambilan sampel guna memastikannya. Dari tiga sampel yang dikirim ke laboratorium, hasilnya positif PMK dan yang lebih mengejutkan setelah diambil lebih banyak sampel lagi, terdapat sedikitnya 86 ekor atau satu kandang disatu wilayah terjangkit PMK.
“Sapi yang terpapar PMK ini sebenarnya sapi yang berasal dari luar Bengkalis bukan dari sapi tempatan,”ungkapnya.
Terkait dengan penanganan sapi yang terpapar PMK, seluruh sapi telah menjalani pengobatan dari Puskeswan Kecamatan Mandau. Bahkan sebagian sudah ada dinyatakan sembuh.
Meski dinyatakan ada sembuh, namun masih dilakukan pengawasan kondisi kesehatan. Petugas juga melakukan pendampingan kepada pemilik ternak untuk membantu proses penyembuhan dengan dilakukan isolasi sementara dan pemilik sapi juga diminta tidak menyebarluaskan sapi yang positif karena masih harus dipulihkan.
“Temuan PMK masih terdapat pada peternak di Mandau saja. Sedangkan di kecamatan lainnya belum ada,”tambahnya mengakhiri.(Mel)
Sumber : Riauterkini.com











