Rabu, Juni 3, 2026
Beranda Riau BENGKALIS Nominasi Nirwasita Tantra 2023, Bupati Bengkalis Paparkan Kondisi Abrasi

Nominasi Nirwasita Tantra 2023, Bupati Bengkalis Paparkan Kondisi Abrasi

Jagariau – BENGKALIS – Bagus Santoso mewakili Bupati Bengkalis, Jum’at (14/6/24) menyampaikan permasalahan abrasi yang terjadi

Hal tersebut disampaikan saat mengikuti wawancara nominasi Nirwasita Tantra 2023, secara bold bersama Kementerian, diruang rapat Hang Jebat, Kantor Bupati Bengkalis.

Nirwasita Tantra merupakan penghargaan yang diberikan Pemerintah kepada Kepala Daerah dan Pimpinan DPRD atas kepemimpinan yang berhasil merumuskan dan menerapkan kebijakan dan program kerja sesuai dengan prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan.

Dalam paparannya, Bagus Santoso mengungkapkan kondisi abrasi yang terjadi di Kabupaten Bengkalis semakin mengancam dan meremehkan khususnya di sepanjang pantai bagian utara dari Desa Prapat Tunggal sampai ke Desa Teluk Pambang sangat terpengaruh, dimana setiap tahun laju abrasi semakin meningkat.

Ditambahkan Bagus, saat ini Pemkab Bengkalis terus menangani abrasi seperti penanaman dan rehabilitasi hutan bakau serta pembangunan turap pengaman tebing pantai di sepanjang bibir pantai.

“Meskipun kami berusaha menanam mangrove, namun kenyataannya sampai sekarang belum berhasil dan belum menampakkan hasil yang signifikan, semoga dengan adanya wawancara ini, pihak Kementerian dapat turun langsung ke Kabupaten Bengkalis,”ujarnya.

Namun lebih lanjutnya, mengingat luas daerah yang mengalami abrasi dan lokasi yang sangat luas dan terpencar, diperlukan kerjasama Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat baik dari bidang pendanaan, dukungan tenaga ahli serta aplikasi teknologi yang sesuai dengan karakteristik pantai Kabupaten Bengkalis.

“Pemkab Bengkalis telah berusaha melakukan penanggulangan abrasi dengan membangun infrastruktur pengaman pantai. Luas yang terdampak kritis abrasi sebesar 179 kilometer, kami Pemerintah daerah baru bisa mengatasi sekitar 37 Kilometer untuk membangun 1 kilometer memakan biaya sebesar Rp 10 Milliar, maka kami butuh 2,8 trilliun untuk membendung negeri kita supaya tidak hanyut ke laut,”jelasnya.

Hadir mendampingi Bagus, anggota DPRD Bengkalis, H Ariyanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Basuki Rakhmad dan sejumlah pejabat dilingkungan Dinas Hidup Kabupaten Bengkalis.(Inf)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments