Jagariau – DURI – Layanan Rumah Sakit Umum (RSU) Mutia Sari Duri kembali disorot dan viral di Media Sosial Facebook, Senin (5/6/23).
Kali ini terkait pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang hendak mendapatkan layanan medis menjadi korban cuek salah seorang dokter beserta perawatnya yang dibiarkan akun bernama Adhy Hutasoit Real.
Dalam tayangan yang dibagikan itu, tampak seorang perempuan Mencak mencak dan memaki perawat dan dokter pada RSU dengan motto “Kebutuhan Anda Adalah Prioritas Kami” dikarenakan orang tuanya tidak mendapatkan pelayanan maksimal di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dikarenakan pasien BPJS.
“Begini rupanya layanan kalian, mentang mentang kami pasien BPJS. Kalian cueki. Kalian bilang suruh cari kamar sendiri yang kosong. Dimana hati kalian, memang kami pasien BPJS, tapi kami punya uang. Jangan sepele. Memang kami orang miskin tapi kami punya uang. Ku viralkan kalian,”ucapnya sembari merekam menunjuk oknum dokter dan perawat sembari berlalu keluar IGD lalu kembali mencak mencak kedalam ruangan.
Spontan saja, Beberapa saat setelah tayangan itu dibagikan, 14.473 nettizen lantas membanjiri laman komentar beragam miring dan 6.987 kali dibagikan.
Beberapa bulan sebelumnya, aksi serupa namun tak sama juga terjadi di RSU yang baru merangkak besar di Kota penghasil minyak bumi tersebut dan juga dibanjiri komentar miring dan pedas, namun beberapa saat lantas dihapus.

Menanggapi permasalahan itu, manajemen RSU Mutia Sari melalui Manager Pelayanan dan Humas Eksternalnya, dr M.Yusuf menjelaskan, jika pasien itu datang untuk melakukan kontrol luka.
Kondisi pada saat itu di IGD, pasien penuh yang membutuhkan penanganan. Selain itu, petugas RS sudah menjelaskan bahwa tempat tidur IGD sedang penuh dan mengarahkan pasien untuk menunggu pasien yang sudah selesai penanganan disalah satu tempat tidur.
“Pasien tidak terima dan langsung melakukan live facebook. Pasien tetap mendapatkan penanganan di IGD RSU Mutia Sari dengan baik,”ujar Yusuf.
Ditegaskan mantan Direktur RS A’ad itu, pihaknya menekankan tidak ada perbedaan antara pasien BPJS ataupun umum dan tetap diperlakukan sama.
“Sudah banyak masyarakat yang merasakan pelayanan kami. Terkait masalah ini, kami memaklumi bagaimana setiap orang yang sedang sakit pasti ingin mendapat penanganan cepat. Namun kami punya keterbatasan. Atas kejadian tersebut, saya mewakili manajemen memohon maaf yang sebesar besarnya. Semoga kedepan kami bisa lebih baik dalam melayani seluruh pasien kami. Sesuai dengan motto kami, Kebutuhan Anda adalah prioritas kami,”ungkapnya.(Hen)











