Jagariau – PEKANBARU – Keharmonisan suatu partai ternyata tak menjamin ademnya dipusaran internal. Seperti yang dialami Partai dengan tagline “Restorasi” di Riau. Secara mengejutkan, partai yang getol mendukung Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan itu secara mengejutkan ditinggal sekretaris DPW nya, Jhony Charles.
Melalui secarik kertas pengunduran dirinya, pada Kamis (13/4/23) malam, pria yang kerap dikenal dengan sebutan JC ini juga diyakini mundur sebagai Bacaleh DPR RI dari Daerah pemilihan (Dapil) Riau 1.
Tentu hal ini menjadi tanda tanya besar, terlebih Jhony Charles diketahui sebelumnya “jor – joran” memasang sejumlah baliho tentang Nasdem dan rencananya sebagai calon legislatif ke Senayan. Dalam setiap kesempatan dan kegiatan Nasdem pun, Jhony terlihat selalu menggebu – gebu dan totalitas untuk Nasdem.
“Iya betul, Sekretaris Jhony Charles mundur dari jabatannya, dan juga mundur sebagai Bacaleg, suratnya sudah disebar ke kami para DPD,”aku salah seorang pengurus DPD salah satu Kabupaten Kota Nasdem di Riau yang enggan disebutkan identitasnya.
Dari informasi yang dirangkum, surat pengunduran diri Jhony Chares diketahui dibuat di Pekanbaru pada 13 April 2023. Surat yang dibubuhi tanda tangan di atas materai tersebut ditujukan kepada Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Riau.
“Setelah menjalani proses pleno mulai dari tingkatan Rakerda, Pleno DPW dan Pleno DPP, saya merasakan ketidaknyamanan ataupun keserasian dengan Bappilu DPW dan Bappilu DPD Kota Pekanbaru dalam merumuskan strategi Pemenangan Caleg Provinsi dan beberapa Kabupaten/Kota. Saya dengan sangat sadar memilih mundur dari Jabatan Sekretaris DPW Partai NasDem Provinsi Riau dan juga mundur dari Bacaleg DPR RI Dapil Riau I,” isi surat tersebut.
Pemuda asal Rohil itu kemudian mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPW NasDem Riau, Willy Aditya yang telah membawanya hingga menjadi Sekretaris.
“Dan ucapan terima kasih juga atas saran terakhirnya di DPP pada tanggal 11 April 2023 yang menyarankan saya dengan istilah “minum teh botol” yang bermaksud baik untuk strategi kemenangan saya,”tulisnya lagi.
“Walau tak menjabat sebagai sekretaris lagi, saya berkomitmen tetap sebagai kader biasa di Kabupaten Rohil. Jika ada salah dan khilaf saya berkomunikasi ataupun berdiskusi, saya meminta maaf sedalam-dalamnya,” demikian petikan surat tersebut.
Surat itu ditembuskan kepada Ketua Umum Partai NasDem di Jakarta, Wakil Ketua Bidang OK DPP Partai NasDem, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai NasDem, dan arsip.(hen/Rtc)











