Jagariau – PEKANBARU -Terkait penyerangan harimau Sumatera (Phantera Tigris Sumatrae) kepada manusia yang menimpa pekerja salah satu perusahaan industri kehutanan di Riau saat berada di Camp Distrik Merawang, Pulau Muda, Teluk Meranti, Pelalawan Konsesi PT Arara Abadi, korban bernama Adi Saputra (37) mengalami luka cukup parah di bagian kepala, Tim BBKSDA Riau memasang perangkap (box trap) dan kamera trap.
Menurut Kepala Balai Besar (Kababes) Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Riau, Genman Suhefti Hasibuan SHut MM, Selasa (2/11/22), dua ekor Harimau Sumatera terekam kamera trap yang dipasang di hutan Desa Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, pada 23 Oktober 2022. Sedangkan box trap yang dipasang pada 17 sampai 20 Oktober, walau sudah diberikan umpan seekor kambing, tapi hasilnya nihil.
“Kamera trap yang kita pasang di dekat hutan tak jauh dari pemukiman masyarakat berhasil memotret dua ekor Harimau. Sedangkan umpan kambing yang diletakkan tim di dalam box trap telah dimakan,”terangnya.
Namun, tambahnya, menurut laporan petugas di lapangan, umpan kambing yang sengaja diletakkan di dalam box trap ditemukan hanya tinggal tulang. Sementara itu, tidak ditemukan Harimau di dalamnya.
“Pintu box trap dilaporkan macet, namun umpan kambing habis dimakan. Artinya, pintu tertutup setelah Harimau melahap habis umpannya,”jelas Genman.
Terkait dua Harimau yang tertangkap kamera, kata Kababes, setelah dipelajari, pihaknya menyimpulkan dua Harimau yang muncul masih remaja.
“Artinya selain dua anakan Harimau itu, tentu ada induknya. Sehingga diduga ada tiga ekor, dua anakan dan satu induknya,”sebut Genman.
Langkah selanjutnya, petugas pun kembali memasang umpan kambing agar Harimau tertangkap. Meski pihaknya tidak berharap Harimau disana tertangkap.
“Kami berharap Harimau tidak tertangkap, dan pergi meninggalkan pemukiman warga,”harap Genman.
Menurutnya, kemunculan Harimau belakangan ini di sekitar lokasi, dikarenakan memang lokasi itu adalah habitat Harimau. Karena dulunya, warga setempat yang berdomisili di sana adalah eks karyawan perusahaan.
“Lokasi itu habitatnya Harimau, artinya sejak dulu warga setempat sudah sering bertemu Harimau,”ujar Genman.
Kesimpulan ini kata Genman, Harimau muncul di sekitar pemukiman warga. Karena adanya hewan ternak yang sengaja dibiarkan di dalam hutan, sehingga memancing naluri Harimau untuk memangsa ternak warga.
“Harimau datang ke lokasi, karena ketertarikan terhadap ternak warga yang dibiarkan berkeliaran di hutan,” jelas Genman.(Mel)
Sumber : Riauterkini.com











