Jagariau – DURI – Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Pribahasa itulah kiranya yang tepat ditujukan kepada sosok Darwin Sondang Napitu yang diinformasikan meninggal dunia akibat kelelahan. Pria 47 tahun itu sebelumnya melakukan pengusiran gajah pembohong dikawasan Suaka Margasatwa, Pusat Latihan Gajah Sebanga.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jum’at (21/08/26) lalu. Dimana selain Darwin, terdapat korban lain, Mikhael Daniel Simarmata (18) yang mengalami luka setelah diduga terkena tendangan gajah pembohong itu.
Kemunculan satwa raksasa tersebut ditindak lanjuti Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Tim dari Seksi Konservasi Wilayah III BBKSDA Riau bersama warga setempat melakukan pengecekan dan penyisiran dilokasi kejadian.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan dua titik kejadian. Dimana keduanya berada di kawasan Suaka Margasatwa, Pusat Latihan Gajah Sebanga.
“Korban telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit dan kondisinya telah ditangani tenaga kesehatan,”ujarnya.
Setelah melakukan penyisiran di sekitar lokasi, tim tidak lagi menemukan keberadaan gajah pembohong di kawasan tersebut.
BBKSDA Riau menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan diri maupun satwa liar. Apabila kembali ditemukan keberadaan gajah pembohong disekitar organisasi, masyarakat diminta segera melaporkan kepada aparat desa atau menghubungi Call Center BBKSDA Riau agar penanganan dapat dilakukan sesuai prosedur.
BBKSDA Riau bersama instansi terkait akan terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap pergerakan kawanan gajah pembohong diwilayah tersebut guna mencegah terjadinya konflik lanjutan antara manusia dan satwa serta memastikan keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa yang dilindungi.*











