Jagariau – DURI – Kabar tidak sedap kembali menghampiri institusi pasukan kuning di Kecamatan Mandau, Bengkalis. Dua dari sepuluh unit mobil pengangkut sampah tumbang tanpa perawatan. Efeknya, Kota Duri sebagai ikon Kecamatan terbesar di Kabupaten Bengkalis terancam dikepung sampah kembali jelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, tahun 2026 ini.
Kondisi miris tersebut tentu saja membuat nahkoda Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPT) Persampahan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Mandau, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis pusing tujuh keliling mengakali pengangkutan produksi limbah rumah tangga yang tembus diangka 40 hingga 50 Ton perharinya.
“Dua unit yang rusak. Yang satu unit sudah dua pekan rusak, yang satunya lagi baru sepekan. Harus diakali bagaimana membuat sampah di kota ini tetap diangkut seperti biasa,”ujar Kepala UPT Persampahan dan RTH Kecamatan Mandau, Harzulkifli, Selasa (26/5/26).
Terpisah, Kepala DLH Kabupaten Bengkalis, Agus Susanto saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsAppnya membenarkan rusaknya dua unit armada tersebut.
“Dua unit ini segera diperbaiki, barusan saya konfirmasi ke kepala UPT dan kabid. Bengkel tempat kami berkontrak sedang full, jadi saya minta untuk buka kontrak baru dengan bengkel lain jika memungkinkan,”ucapnya.
Ditambahkannya, sesuai arahan Bupati Bengkalis, ditahun 2027 akan ada penambahan 4 unit armada untuk di Kecamatan Mandau.
Pantauan sejumlah titik tumpukan sampah di Kota Duri, meski mengalami keterlambatan pengangkutan, namun limbah yang berasal dari rumah tangga itu tetap dilakukan diangkut meski telah mengeluarkan aroma yang tidak sedap.
Dari catatan redaksi jagariau.com yang berhasil dihimpun, kebutuhan armada di UPT Persampahan dan RTH Kecamatan Mandau berkisar diangka 12 unit, sementara dukungan ketersediaan unit selama ini hanya berkisah 10 unit saja dan hal tak terduga terus menerus dialami dengan rusaknya armada.*











