Selasa, Juni 30, 2026
Beranda Riau PEKANBARU Jelang Mudik Lebaran, Berikut Daerah Rawan Kecelakaan di Riau

Jelang Mudik Lebaran, Berikut Daerah Rawan Kecelakaan di Riau

Jagariau – PEKANBARU – Semakin dekatnya perayaan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau tancap gas melakukan pemetaan sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas di sejumlah ruas Jalan Nasional yang tersebar diwilayah Riau.

Pemetaan tersebut dilakukan sebagai upaya Pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan pengendara serta menekan angka kecelakaan di jalan raya saat mudik.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Andi Yanto melalui Kepala Bidang Angkutan Jalan, Onki Hertawan mengatakan, terdapat beberapa jalur utama yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi bagi pemudik. Baik di jalur Lintas Barat, Lintas Selatan, Lintas Timur, dan Lintas Utara.

“Di jalur Lintas Barat yang menghubungkan Riau dengan Sumatera Barat, terdapat enam titik rawan kecelakaan. Salah satunya berada di Kilometer 22 Jalan Raya Pekanbaru – Bangkinang,”ujarnya.

Dijelaskan Onki, pada ruas ini, kendaraan cenderung melaju dengan kecepatan tinggi dan sering terjadi kecelakaan akibat kendaraan yang berlawanan arah.

Selain itu, titik rawan juga terdapat di Kilometer 27 Kecamatan Tambang, Kilometer 53, Kilometer 62, dan Kilometer 93. Beberapa lokasi tersebut memiliki kondisi jalan berupa tikungan dan tanjakan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Tak hanya itu, pada ruas Bangkinang menuju perbatasan Sumatera Barat di Kilometer 79 dan Kilometer 81, kondisi tanah yang labil kerap memicu bahaya ketika hujan deras turun. Sementara di Kilometer 89 Desa Pulau Godang, kawasan tersebut juga rawan longsor.

Selain itu, di Lintas Selatan Kuantan Singingi, Dishub mencatat lima titik rawan kecelakaan, di antaranya di Kilometer 13, Kilometer 33, dan Kilometer 75. Kerawanan di jalur ini umumnya disebabkan tikungan tajam, jarak pandang terbatas, serta kondisi marka jalan yang kurang terlihat.

Beberapa kawasan yang juga menjadi perhatian diantaranya Lipat Kain, Kampung Pinang, Lipat Kain Selatan, dan Sungai Pagar.

Pada Lintas Timur, terdapat sembilan titik rawan kecelakaan. Beberapa lokasi yang perlu diwaspadai antara lain Kilometer 59,3, Tugu Patin Pematang Reba, Simpang Beringin, Sorek I perbatasan Indragiri Hulu, serta Simpang Pangkalan Kasai. Kerawanan di jalur ini umumnya dipicu oleh tingginya aktivitas masyarakat, tikungan yang tidak terlihat jelas, serta kondisi jalan yang menanjak.

Sementara itu, pada jalur Lintas Utara yang mengarah ke Sumatera Utara, Dishub Riau juga mengidentifikasi sembilan titik rawan kecelakaan yang tersebar di sejumlah ruas jalan nasional tersebut.

Menurut Onki, kecelakaan lalu lintas umumnya dipengaruhi oleh tiga faktor utama. Kendaraan, kondisi jalan dan cuaca, serta faktor manusia.

“Faktor manusia seperti kelelahan dan kelalaian masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Selain itu, kondisi jalan seperti tidak adanya bahu jalan juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan,”ungkapnya.

Dishub Riau menghimbau seluruh pengendara untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur jalur tersebut. Pengemudi juga diminta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum melakukan perjalanan.

“Perhatikan kondisi kendaraan seperti rem dan lampu. Patuhi rambu rambu lalu lintas dan jangan membawa muatan berlebihan,”pesan Onki.

Pengendara sepeda motor juga diingatkan untuk menggunakan helm serta membawa kelengkapan surat kendaraan. Selain itu, bagi pengendara yang merasa lelah disarankan untuk beristirahat di rest area yang telah disediakan, termasuk di rumah ibadah seperti masjid.

“Rumah ibadah juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat. Pemudik bisa sekaligus melaksanakan shalat sebelum melanjutkan perjalanan,”tutupnya.*

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments