Sabtu, Mei 2, 2026
Beranda Riau PEKANBARU Diduga Korban Bully, Murid SD di Pekanbaru Meregang Nyawa

Diduga Korban Bully, Murid SD di Pekanbaru Meregang Nyawa

Jagariau – PEKANBARU – Aksi Bully hingga menyebabkan korban jiwa terjadi di Pekanbaru. Seorang murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 108, kelas VI, Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Muhammad Abdul Rohid tewas meregang nyawa.

Kisah itu terjadi pada Kamis (13/11/25) saat korban dan rekan rekannya menggelar belajar kelompok didalam kelas. Tiba tiba korban dibully dengan cara kepalanya diitendang oleh murid lain berinisial FT. Kejadian tersebut lalu dilaporkan teman korban berinisial Ark kepada wali kelas yang juga ada didalam kelas, namun wali kelas hanya mengiyakan dan mengatakan tunggu.

Sesampainya dirumah, korban menangis dan mengatakan kepada ibunya jika ia tidak mau lagi sekolah. Hingga keesokan harinya korban mengalami lumpuh, pada saat itulah korban bercerita jika sehari sebelumnya bahagian kepalanya ditendang oleh teman kelasnya, FT.

Karena keterbatasan biaya, korban dibawa ke pengobatan alternatif, akan tetapi, saran dari pengobatan alternatif itu agar korban dibawa ke rumah sakit. Kemudian korban dibawa ke Puskesmas ternyata puskesmasnya tutup karena saat itu hari Sabtu. Akhirnya korban dirawat di rumah. Selama lumpuh itu, korban beberapa kali mengingat ingat dan menceritakan peristiwa kepalanya yang ditendang.

Sebelum meninggal, korban menyampaikan pesan kepada ibunya minta dimandikan dan digelarkan tikar, karena nanti rumah mereka akan ramai. Tepat pada Ahad, pukul 02.00 WIB, korban menghembuskan nafas terakhirnya di saat keluarganya tertidur.

Sebelumnya pada Oktober 2025, korban juga sering menerima bullyan dari teman sekelasnya yang lain berinisial SM. Pada saat itu korban sering dipukul dadanya. Akibat bully tersebut, korban bahkan sempat dirawat selama sepekan di Rumah Sakit PMC Pekanbaru. Akan peristiwa itu, pihak sekolah telah memanggil orang tua pelaku dan orang tua korban dan pada saat itu orang tua pelaku meminta maaf kepada orang tua korban.

Korban dikenal sangat baik dan rajin sholat Berjema’ah di masjid dekat rumahnya di Perumahan Kasadaran Indah, Blok A – 10 Jalan Kesadaran – Pekanbaru. Beberapa jama’ah bahkan menyebut, korban sebagai anak masjid, hingga kepergian korban tidak hanya meninggalkan kesedihan keluarganya, akan tetapi juga dirasakan oleh jama’ah masjid dan warga lainnya.

Suroto, SH saat diwawancarai mengatakan, “Kami sangat menyayangkan masih ada saja dugaan perundungan atau bullying yang terjadi di sekolah. Terhadap korban yang sudah meninggal dunia, keluarga meminta dibuat terang peristiwa ini. Setelah terang nanti apakah keluarga akan mengambil langkah hukum atau tidak, sementara ini belum diputuskan”.

“Sebelum dimakamkan tadi, keluarga belum putuskan akan mengambil langkah hukum atau tidak, keluarga masih menunggu dalam waktu secepatnya bagaimana respon pihak sekolah, dinas dan orang tua pelaku,” terusnya. Awalnya keluarga korban tidak ingin mengangkat persoalan ini apalagi sampai menunjuk kuasa hukum. Akan tetapi setelah mendapat masukan dari Suroto, SH selaku Ketua Tima Advokat Pejuang Keadilan (TAPAK) Riau, bahwa musibah yang dialami korban perlu diangkat, agar ada evaluasi oleh Pemerintah sehingga kejadian yang sama tidak terjadi di sekolah sekolah yang lain dan bantuan hukum yang diberikan TAPAK Riau sama sekali tidak dipungut biaya.*

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments