Rabu, Juni 3, 2026
Beranda Riau DURI Dianggap Tak Beradap, Masyarakat Bengkalis Kritik Penampilan sosok Penghina Buruk Bakul

Dianggap Tak Beradap, Masyarakat Bengkalis Kritik Penampilan sosok Penghina Buruk Bakul

Jagariau – DURI – Sabtu (28/6/25), Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Bengkalis, dr Ersan Saputra didampingi sejumlah Kepala OPD menyambut kedatangan orang nomor satu di Provinsi Riau, Abdul Wahid melalui Pelabuhan Bandar Sri Laksamana.

Kedatangan mantan anggota DPRD RI itu tak lain akan melepas Pawai Ta’aruf dan perhelatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Riau ke – 43 yang berlangsung di Kabupaten Bengkalis, Sabtu (28/6/25).

Namun sayang, meski disambut dengan pakaian lengkap dan sopan, Gubernur Abdul Wahid hadir tak sesuai harapan dengan berpakaian Melayu.

Didampingi Penjabat (Pj) Sekdaprov Riau, M Job Kurniawan dan sejumlah pembantunya, sosok penghina Desa Buruk Bakul ini hanya mengenakan kaos oblong dan sendal.

Penampilan itu langsung menuai kritik sejumlah masyarakat yang ada di Negeri berjuluk Sri Junjungan Bengkalis itu. Masyarakat menilai adab dan etika Gubernur Riau itu telah hilang hingga menghilangkan nilai kesopanan dinegeri sendiri.

“Bisa kita lihat sendiri penampilannya. Pakai kaos oblong dan sendal. Padahal yang menyambut sudah berpakaian lengkap adat Melayu. Kasihannya yang menyambut, seakan terabaikan dari segi pakaian,”ujar Setiawan, salah seorang masyarakat saat melihat penampilan Gubernur Riau itu dari resmi milik Pemkab Bengkalis.

Padahal, tambah Setiawan, Abdul Wahid kini seorang pemimpin daerah dan tidak lagi seorang politikus yang berkantor di Senayan.

“Kami ini masyarakat, wajarlah kalau kami memperhatikan penampilan panutan negeri. Malu jika penampilan pemimpin seperti ini, agar kedepannya berbenah,”ucapnya.

Senada, Hulubalang Tameng Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Mandau, Handana juga menyentil penampilan Gubernur pilihan masyarakat Riau tersebut. Menurutnya, Pak Gubernur tak semestinya berpakaian sesantai itu karena selalu menjadi sorotan ratusan pasang mata bahkan ribuan.

“Menurut pendapat kami, lebih elok busananya disesuaikan kedepannya agar menjadi bahan pertimbangan dimana pun berada agar terlihat lebih melayu dan membumi,”ungkapnya memberi saran.

Handana pun berpendapat jika Gubernur Riau mungkin tak menyangka jika kehadirannya di Pulau Bengkalis disambut pejabat berpakaian Melayu lengkap. “Mungkin beliau tak menyangka akan disambut meriah dengan busana Melayu lengkap, makanya berpakaian sekedarnya,”pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Gubernur Riau, Abdul Wahid terkait penampilannya yang dianggap tak menghargai panitia dan pejabat di Kabupaten penghasil minyak bumi tersebut.*

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments