Jagariau – DURI – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Terubuk (TT) Cabang Duri dan sekitarnya, terus mengalami cobaan berat dalam memperjuangkan ribuan pelanggannya mendapatkan air bersih.
PDAM yang masih bergantung pasokan air bersih ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) diduga kembali berulah. Jika beberapa pekan sebelumnya mesin pompa dari Sungai Rangau mengalami kerusakan hingga harus diperbaiki tanpa menjelaskan bahagian apa dari pompa itu yang rusak, kini alasan penggantian pipa HDPE kembali dijadikan alasan hingga pasokan air yang diberikan ke pipa PDAM melalui waduk Kilometer 125 dibawah batas akal manusia, sebesar 15.000 barel perhari.
Hal tersebut diungkapkan Forum pelanggan PDAM TT Cabang Duri dan sekitarnya, Suhendra, Selasa (27/5/25) petang mengungkap pesan singkat yang diterima Kepala Cabang PDAM TT, Darwin Ginting dari salah seorang staf perusahaan minyak dan gas (Migas) itu.
“Wa alaikumus salaam, Pompa sudah beroperasi, tetapi pipanya sudah tidak kuat menahan tekanan dan bocor jika ditambah tekanan, tekanan Pompa dari RWTP Rangau terpaksa diturunkan. Penggantian pipa HDPE sedang berjalan dan kemungkinan baru beroperasi bulan Juli. Saat ini kondisi waduk km 125 sudah kritis, tetapi pasokan air baku ke PDAM masih tetap diupayakan mengirim 15.000 barrel per hari,”demikian isi pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp.
Terang saja, tambah Suhendra, penderitaan masyarakat khususnya pelanggan PDAM semakin panjang. Dengan pasokan air baku sebesar 15.000 barel perhari dirasa tidak membantu PDAM dalam menyalurkan air bersih.
“Sama saja PHR menyuruh PDAM mandiri dalam melayani pelanggannya. Sementara cadangan air satu satunya hanya dari waduk milik PHR. Semestinya PHR tidak berbuat demikian. Hasil bumi Mandau ini sudah diambil, masak hanya air saja enggan membagi. Dimana hati nuraninya?,”keluhnya.
Kepala Cabang PDAM TT Cabang Duri, Darwin Ginting saat dikonfirmasi secara gamblang tidak menampik kekhawatiran yang dihadapi pihaknya kepada ribuan pelanggannya.
“Inilah kondisinya. Kami sangat khawatir. Kami akan segera berkoordinasi dengan pimpinan. Pusing,”ucapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari PT PHR terkait tudingan miring yang dialamatkan kepada perusahaan milik BUMN tersebut.*











