Jagariau – PEKANBARU – Angin segar segera dihirup guru bantu di Riau. Pasalnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah mentransfer bantuan keuangan (Bankeu) gaji guru bantu SD dan SMP di enam daerah dengan total nilai sebesar Rp6,4 Milliar lebih.
Keenam Kabupaten dan Kota yang telah menerima bankeu gaji guru bantu dari Pemprov Riau itu di antaranya Dumai, Pekanbaru, Kepulauan Meranti, Siak, Kuantan Singingi (Kuansing) dan Indragiri Hilir (Inhil).
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, Erisman Yahya, Rabu (16/4/25).
“Dari 12 Kabupaten dan kota, baru 6 daerah yang mengajukan pembayaran honor guru bantu dengan total anggaran yang ditransfer Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Riau sebesar Rp 6.495.447.000. Itu untuk pembayaran gaji dua bulan,”jelas Erisman.
Dirincikan Erisman, enam daerah yang sudah menerima bankeu gaji guru bantu beserta besarannya, diantaranya Kota Dumai sebesar Rp 660.000.000, Kota Pekanbaru, Rp 604.400.000, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rp 297.120.000, Kabupaten Siak, Rp 348.000.000, Kabupaten Kuansing, Rp 1.787.400.000, dan Kabupaten Inhil, Rp 1.797.527.000.
Kemudian terdapat empat yang belum mengusulkan dan masih di meja Kepala daerah, diantaranya Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hulu (Inhu), Kampar, dan Rokan Hilir (Rohil). Sedangkan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) baru menyelesaikan proses di Kepala daerah dan sudah dikirimkan ke Disdik Riau untuk selanjutnya diserahkan ke BPKAD Riau.
“Perlu kami luruskan, keterlambatan pembayaran gaji guru bantu itu, karena keterlambatan dari daerah. Usulan yang lambat tentu semakin lambat pencairannya, yang cepat mengusulkan maka bisa segera diproses pencairannya di BPKAD Riau,”ucapnya.
“Jadi kami di Disdik ini hanya memverifikasi data yang masuk dari daerah. Kalau cocok nama guru dan besarannya langsung diserahkan ke BPKAD dan proses langsung diproses,”sambungnya.
Erisman menjelaskan, untuk gaji guru bantu yang diberikan Pemprov Riau melalui bankeu sebesar Rp 2 juta untuk masing masing guru. Di mana total guru bantu se Provinsi Riau sebanyak 946 orang yang tersebar di 12 Kabupaten dan Kota.
“Kenapa ada keterlambatan pembayaran? Karena di daerah saat ini adanya perubahan kepala daerah, setelah pelaksanaan Pilkada. Kita berharap kabupaten dan kota selalu menyampaikan selalu cepat,”pungkasnya.*(Cakaplah.com)











