Minggu, April 19, 2026
Beranda Riau PEKANBARU Lewat Edaran, Disdik Riau Larang Sekolah Studi Tour ke Luar Kota

Lewat Edaran, Disdik Riau Larang Sekolah Studi Tour ke Luar Kota

Jagariau – PEKANBARU – Ekstremnya cuaca jelang akhir tahun 2024, membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pendidikan (Disdik) mengeluarkan edaran untuk SMA dan SMK Negeri di Riau.

Surat edaran tersebut mengatur soal larangan sekolah untuk tidak melakukan study tour atau jalan jalan ke luar daerah, saat libur sekolah maupun libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Riau, Edi Rusma Dinata, Rabu (18/12/24).

Edi mengatakan, kebijakan larangan study tour saat libur Nataru ini dikeluarkan untuk mengantisipasi terjadinya hal hal yang tidak diinginkan kepada para siswa dan guru yang melakukan study tour ke luar kota.

“Kami minta kepada para kepala SMA dan SMK negeri di Riau untuk tidak melakukan perjalanan wisata keluar kota. Langkah ini kita ambil demi keselamatan siswa selama masa libur panjang, mengingat kondisi cuaca saat ini yang cukup ekstrem,”ujarnya.

Berdasarkan surat edaran Disdik Riau yang ditujukan untuk kepala SMA dan SMK negeri di Riau, diatur dengan jelas terkait larangan sekolah melakukan study tour atau jalan jalan ke luar kota saat libur panjang Nataru. Larangan tersebut tercantum dalam poin kedua dalam surat edaran tersebut.

Dalam surat itu ditegaskan, sekolah yang akan menyelesaikan pembelajaran agar tidak melakukan perjalanan study tour ke luar daerah, mengingat keadaan cuaca ekstrem saat ini dan terjadinya bencana di beberapa wilayah di Indonesia.

Selain faktor cuaca ekstrem, larangan tersebut dikeluarkan juga untuk menghindari keluhan para orang tua terkait iuran yang dibebankan kepada siswa untuk biaya study tour. Selain itu, risiko kecelakaan yang kerap terjadi selama perjalanan wisata, apalagi di musim libur panjang ketika tempat wisata ramai dikunjungi.

“Sama sama kita ketahui, saat libur panjang lokasi lokasi yang menjadi destinasi wisata pasti selalu ramai, kondisi seperti ini meningkatkan risiko selama dalam perjalanan. Makanya kami minta pihak sekolah agar menghindari kegiatan semacam ini,”tutupnya.*

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments