Jagariau – PEKANBARU – Kabar gembira kembali datang bagi masyarakat berjuluk Sri Junjungan Bengkalis. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus menggesa rencana pembangunan Jembatan Pulau Bengkalis – Sungai Pakning, Kabupaten Bengkalis.
Hal tersebut sebagai komitmen Pemprov Riau merealisasikan pembangunan jembatan lebih kurang sepanjang 7 Kilometer. Jika terwujud, maka ini sejarah bagi Riau membangun jembatan pertama yang menyeberangi lautan.
Pemprov Riau menargetkan jembatan tersebut digrounbreaking atau peletakan batu pertama pada Oktober mendatang.
“Oktober nanti kita targetkan groundbreaking Jembatan Bengkalis – Sungai Pakning, 7 kilometer panjang jembatannya,”ujar Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, SF Hariyanto.
Dikatakan SF Hariyanto, pembangunan jembatan tersebut nantinya menggandeng pihak ketiga. Sehingga pembangunan fisik jembatan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Riau satu rupiah pun.
“Pembangunan jembatan Bengkalis – Sungai Pakning itu nanti uangnya dari investor. Tinggal nanti kita cari skema pembayaran menggunakan tarif tol. Sebab tidak ada jembatan, masyarakat juga bayar RoRo, dan itu pun antreannya berjam jam,”ucapnya.
Kondisi Roro saat ini sangat dikeluhkan masyarakat yang ingin menyeberang, baik dari Bengkalis ke Sungai Pakning maupun sebaliknya.
“Jadi hari biasa aja antrean Roro itu bisa 1 – 2 jam, bahkan sampai 3 – 4 jam. Itu belum kalau hari libur, antrean bisa diatas 5 jam. Tentu kondisi ini sangat dikeluhkan masyarakat. Karena itu keberadaan jembatan ini sangat penting dan dinanti nanti masyarakat,”ungkapnya.
“Sebab kalau jembatan ini selesai pakai tol, maka jarak tempuh 7 kilometer itu hanya hitungan menit masyarakat sudah sampai, masyarakat tidak antre berjam jam,”tambahnya.(Absi/Ckp)











