Jagariau – DURI – Makan nasi dengan porsi berlebih saat sahur diyakini akan membuat tahan lapar lebih lama saat menjalani puasa Ramadhan, namun hal tersebut tak seperti diyakini banyak orang. Faktanya, dokter spesialis gizi klinik menegaskan, anggapan tersebut hanya mitos belaka.
“Ya itu mitos, ya. Nasi boleh kita konsumsi pada saat sahur, tetapi sebenarnya nasi itu justru akan membuat kita lebih cepat lapar. Karena nasi, terutama nasi putih indeks glikemiknya tinggi,”ujar dokter spesialis gizi klinik, Dian Permatasari.
Secara kandungan, nasi putih memiliki indeks glikemik sekitar 73, sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat setelah dikonsumsi. Dokter Dian menambahkan, nasi putih juga cepat membuat lapar karena kandungan seratnya rendah dibandingkan nasi merah, roti gandum, kentang, atau umbi umbian.
“Jadi, sebenarnya pada saat sahur, silakan makan nasi, namun yang harus diperbanyak adalah protein, sayur sayuran, dan buah buahan yang akan memperlama rasa kenyang, karena di dalam sayur dan buah terdapat serat. Serat itu akan membuat rasa kenyang lebih lama sehingga tidak cepat lapar,”ujarnya.
Dian menekankan pentingnya memperhatikan gizi seimbang saat sahur. Ia merekomendasikan panduan resmi gizi seimbang panduan Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Dikutip dari unggahan media sosial Ayo Sehat Kemenkes, masyarakat idealnya setiap kali makan 50 persen piring diisi sayur dan buah, sedangkan 50 persen sisanya berisi makanan pokok dan lauk pauk.*











