Jagariau – DURI – Rendahnya partisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya di Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) hampir di 12 Kabupaten dan Kota di Riau ternyata menjadi buah bibir sejumlah pihak.
Masyarakat beralasan jika rasa jenuh, peserta Pilkada yang tidak menarik hingga minimnya sosialisasi dari penyelenggara. Namun hal tersebut dibantah oleh Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau, Nugroho Noto Susanto. Menurutnya sejumlah usaha telah dilakukan pihaknya, mulai dari sosialisasi melalui seluruh media massa maupun online dan juga turun ke masyarakat serta kesekolah sekolah.
“Tidak benar, kami sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui media hingga ke sekolah sekolah.Kalau menurut saya, angka partisipasi masyarakat menyalurkan hak suaranya justru meningkat mesti tidak signifikan. Namun, untuk didaerah daerah kami belum berani memaparkan hingga rekapitulasi selesai,”ujarnya.
Dikatakan Nugroho, alasan utama enggannya masyarakat menyalurkan hak suaranya dikarenakan alam. Sebelum pencoblosan dimulai, sejak pagi hujan turun hampir merata disejumlah daerah.
“Barangkali Ini semua karena faktor alam, dikarenakan dari pagi hingga berakhirnya proses, hampir seluruh daerah diguyur hujan,”ungkapnya saat mendampingi Kapolda Riau meninjau rekapitulasi hasil Pilkada di Kecamatan Mandau, Bengkalis, Sabtu (30/11/24).
Ditambahkannya, kondisi itu berbanding terbalik dengan Pemilu yang mencapai 70 persen keatas. “Sekali lagi saya katakan, untuk target di Pilkada Provinsi kita sudah memenuhi target dan untuk didaerah ini yang masih menjadi PR bagi kita,”pungkasnya.*











