Minggu, April 19, 2026
Beranda Riau PEKANBARU Diduga Over Dosis, Anggota Polres Rohil Meregang Nyawa di THM Pekanbaru

Diduga Over Dosis, Anggota Polres Rohil Meregang Nyawa di THM Pekanbaru

Jagariau – PEKANBARU – Salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) mendadak heboh dengan kematian salah seorang pengunjungnya diduga over dosis.

Usut punya usut, ternyata pengunjung tersebut diketahui seorang anggota Polri dari Polsek Pujud, Polres Rohil berinisial Briptu DJ bersama dua orang rekannya yang kini tengah menjalani pemeriksaan di Penempatan khusus (Patsus) Propam Polda Riau.

Dari Informasi awal didapat, Briptu JD dan dua rekannya berada di tempat hiburan malam (THM) di Pekanbaru. Kemudian ia dibawa ke Rumah Sakit Atthaya Media dibawa dua seniornya, Briptu SA dan Aipda NP.

Nyawa JD tak dapat diselamatkan. JDz dikabarkan menghembuskan napas terakhirnya sebelum sampai dirumah sakit.

Kabid Propam Polda Riau, Kombes Edwin Louis Sengka saat dikonfirmasi membenarkan adanya anggota yang tewas akibat over dosis. Menurutnya, tim RS Bhayangkara telah melakukan outopsi terhadap jenazah JD.

“Setelah diautopsi di RS Bhayangkara Polda Riau, hasilnya ditemukan adanya kandungan zat amphetamine,”ujarnya

Edwin menjelaskan, autopsi dilakukan untuk menemukan penyebab pasti kematian korban. Kedokteran Forensik Biddokkes.Diketahui, JD tewas akibat intoksikasi zat met-amphetamine yang dikonsumsi kurang dari 72 jam sebelum pemeriksaan.

Terkait luka pada tubuh korban, Edwin menyebut bukan penyebab kematian. “Luka itu bukan penyebab kematiannya,”ucapnya.

Terkait Briptu SA dan Aipda NP, tambah Edwin, kini telah ditahan Propam Polda Riau.”Dua angggota yang merupakan seniornya sudah dipatsus sejak awal kasus kami tangani,”ungkapnya

“Jadi kami terima ada laporan, hari itu juga seniornya langsung kami amankan dan mengakui semuanya,”tegasnya.

Datangi Polda Riau

Usai dilakukan serah terima akan jenazah, keluarga Briptu JD akhirnya mendatangi Polda Riau guna membuat laporan akan kejanggalan kematian JD, Selasa (6/2/24)

Ibu korban, Watini (48) didampingi keluarganya dan kuasa hukumnya, Ramses Situmorang melaporkan kematian anaknya Briptu JD.

”Kami ikhlas dengan kepergian anak saya tersebut. Cuma kami tak ikhlas dengan caranya seperti ini. Kematian anaknya diduga tak wajar. Pihak keluarga melihat jenazah korban di RS Athaya Medika dalam kondisi banyak luka,”ungkapnya.

Keluarga korban menilai tidak wajar, karena di tubuh anaknya itu ditemukan banyak bekas sayatan benda tajam. Bahkan, di leher korban terlihat membiru seperti kena cekik. Kemudian, di tulang kering kaki korban ditemukan ada luka, sementara di celana korban malah tak ditemukan ada darah.

”Hal ini kami ketahui saat memandikan jenazah korban. Bahkan di lengan sebelah kiri anaknya itu tak berhenti mengeluarkan darah pada saat dimandikan,”kisah Watini sembari memperlihatkan sejumlah foto anaknya yang penuh luka tersebut.

Kuasa hukum keluarga Watini, Ramses Situmorang SH menyebut, pihaknya sudah membuat laporan resmi ke Polda Riau dengan Nomor: LP/B/50/II/2024/SPKT/POLDA RIAU.

”Kami mencurigai penyebab kematian almarhum tidak wajar. Untuk itu kami memohon bantuan Polda Riau mengusut tuntas kasus ini, sehingga pihak keluarga bisa tenang menerima semua ini,”pintanya.

Dalam laporan disebutkan, telah terjadi dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap korban JD.

Hal ini dikuatkan karena pihak keluarga melihat ada darah dari tangan sebelah kiri, leher memar biru, lebam di dada hingga perut, ada luka sayatan di kedua tangan dan perut kiri serta paha kanan.(Bil/Ckp)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments