Jagariau – PEKANBARU – Jum’at (27/10/23), secara tertutup Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar ekspos hasil pemeriksaan konstruksi fisik Fly Over di Jalan Tuanku Tambusai – Soekarno Hatta, Pekanbaru bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPRPKPP) Riau dikantor Gubernur Riau (Gubri).
Setelah usai, KPK tampak meninggalkan Kantor orang nomor satu di Riau dengan membawa sebuah tas berwarna hitam berukuran sedang.
Diduga, isi tas itu merupakan bundel hasil pemeriksaan ekspos yang dibangun pada tahun 2018 lalu dengan dugaan adanya tindak pidana korupsi yang merugikan negara.
Usai ekspos hasil pemeriksaan kontruksi fisik fly over itu, tak ada satupun dari peserta yang bersedia angkat bicara.
“Saya cuma tamu,”ujar salah seorang peserta yang ikut dalam pertemuan itu.
Salah seorang lainnya yang sempat memberikan paparan hasil pemeriksaan kontruksi pada pertemuan tersebut juga irit bicara. Kepada awak media, pria berperawakan sedang berambut putih itu belakangan diketahui tenaga ahli kontruksi dari Institut Tekhnologi Bandung (ITB).
“Jangan tanya ke saya,”ucapnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPRPKPP) Provinsi Riau, Muhammad Arief Setiawan yang hadir pada ekspos pertemuan itu juga enggan menyampaikan hasil pertemuan tersebut.
“Saya tak tahu, saya tak ikut,”jawab Arief dengan nada mengelak.(Nov/Riauterkini.com)











