Rabu, Juni 3, 2026
Beranda Riau PEKANBARU Merasa Dizolimi Gubernur, Wagubri Batalkan Safari dan Ungkap Kekecewaan

Merasa Dizolimi Gubernur, Wagubri Batalkan Safari dan Ungkap Kekecewaan

Jagariau – PEKANBARU – Merasa diperlakukan tidak Adil oleh Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar, Wakil Gubernur (Wagubri) Edi Natar Nasution mengambil langkah tegas dengan membatalkan lanjutan kegiatan Safarinya kesejumlah daerah di Riau.

Tidak hanya membatalkan Safarinya, Edi Natar juga mengungkap rasa kekecewaannya dikarenakan jadwal Safarinya jauh jauh hari telah tersebar ke masyarakat.

“Iya, saya tidak melaksanakan Safari Ramadan ke masjid kabupaten kota yang sudah dijadwalkan. Ini karena ada sedikit masalah pada bantuan yang akan disalurkan untuk masjid, sebab adanya pemotongan anggaran yang diperintahkan oleh Gubri untuk tim Safari Ramadan saya,”ujarnya.

Dikatakan Wagubri, bantuan untuk Masjid yang dipotong Gubernur Riau jumlahnya mencapai 50 persen. Yang awalnya untuk tim Wagubri sebanyak Rp 50 juta per Masjid, dipangkas hanya menjadi Rp 25 juta. Sementara untuk tim Gubri tetap Rp 50 juta.

“Untuk itu, saya membatalkan dan menghentikan Safari Ramadan ini karena akan mengecewakan masyarakat, dan saya juga tidak mau berbohong kepada masyarakat,”tegas Edi.

Perlakukan ini, tegas Wagubri, juga merupakan bentuk ketidakadilan yang harus dihentikan. Tambah lagi safari tesebut kegiatan di bulan suci Ramadan dalam rangka beribadah kepada Allah SWT.

“Pemotongan anggaran ini dilakukan setelah kunjungan keempat ke Kabupaten Siak, Rokan Hilir, Kampar dan Kota Dumai. Setelah jadwal seterusnya ada perintah dari beliau (Gubernur) untuk tim Wagubri dikurangi menjadi Rp25 juta,”ungkapnya.

“Anggaran itu kan bukan bantuan pribadi, melainkan bantuan dari BRK Syariah berupa CSR. Tahun lalu semua juga berlaku sama, baik tim Gubernur maupun tim Wagubri sama-sama menyalurkan bantuan Rp 50 juta per masjid, sekarang kok dibeda-bedakan dan beliau yang memerintahkan langsung,”ucapnya.

Wagubri pun menyampaikan permohonan maafnya atas batalnya Safari Ramadan akibat hal tersebut.

“Mohon maaf, saya tidak melanjutkan Safari Ramadan, karena ada perlakuan yang tidak adil dari Gubernur. Saya harap masyarakat bisa memahami, dan tidak kecewa dengan pembatalan yang saya lakukan ini,”ujarnya.(Nov/Ckp)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments