Jagariau – PEKANBARU – Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar hingga saat ini tak kunjung menampakkan batang hidungnya meski derita masyarakat korban terdampak ledakan Kilang minyak Dumai sempat meresahkan masyarakat hingga radius berkilometer, Sabtu (1/3/23) lalu.
Alasannya cukup simpel. Orang nomor satu di Negeri Lancang itu mengaku kejadian itu belum terlalu parah. Namun Syamsuar mengaku prihatin atas musibah tersebut.
Akibat ledakan di PT Kilang Pertamina Indonesia – Dumai (dulu PT Pertamina Refinery Unit II) tersebut, sedikitnya ada 10 korban luka ringan dan sesak nafas.
Tak hanya itu, ledakan kilang minyak tersebut juga berdampak terhadap rusaknya rumah warga dan rumah ibadah. Dimana plafon masjid roboh karena getaran ledakan.
“Saya kemarin sudah mendapat laporan dari Pak Walikota Dumai, pertama kita prihatin atas kejadian ini. Kemudian kita bersyukur kejadian ini tidak ada korban yang parah, hanya luka-luka,”ujar Gubri.
Dikatakan Gubri, ledakan kilang minyak tersebut saat ini masih dalam tahap investigasi oleh pihak Kepolisian untuk mengetahui penyebab ledakan tersebut.
“Saya juga sudah dapat laporan dari Pak Kapolda, saat ini masih tahap investigasi penyebab kejadian ledakan,”ujarnya.
Gubri menyampaikan, saat ini Direktur PT Pertamina juga tengah berada di lokasi kejadian.
“Nanti saya akan komunikasi dengan beliau (Direktur Pertamina) sejauh mana kerugian yang dialami. Tapi yang kita khawatirkan itu terganggu BBM, namun Alhamdulillah itu tidak terjadi,”sebutnya.
Terkait kerusakan rumah warga, sebut Gubri, Pertamina menyatakan bertanggungjawab untuk memperbaiki.”Harapan kita dengan waktu yang tak begitu lama Pertamina bisa segera menindaklanjuti perbaikan-perbaikan rumah warga yang rusak akibat ledakan kilang minyak,”pintanya.
Saat ditanya apakah ada rencana akan meninjau ke lokasi ledakan kilang minyak di Dumai, Gubri menyatakan belum ada rencana.
“Karena kondisinya tidak begitu parah, masih bisa ditangani. Kita lihat dulu hasil investigasi, jangan semua kita tinjau ke sana, tambah risau nanti,”ucapnya.(Mel/Ckp)











