Sabtu, April 18, 2026
Beranda Riau PEKANBARU Hujan Es dan Angin Kencang, Payung Elektronik Masjid Raya Annur Porak Poranda

Hujan Es dan Angin Kencang, Payung Elektronik Masjid Raya Annur Porak Poranda

Jagariau – PEKANBARU – Hujan es yang mengguyur Kota Pekanbaru, Sabtu (25/3/23) kemarin membuat satu dari enam payung elektrik Masjid Raya Annur Riau porak poranda.

Tiang payung raksasa tersebut bengkok diterjang angin kencang saat hujan es. Akan kondisi itu, pekerjaan enam payung dipastikan tak akan rampung hingga 28 Maret 2023, akhir kesempatan kedua.

“Iya, tiang payung mengalami kerusakan, akibat angin kencang saat hujan es kemarin,”ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, M Arief Setiawan melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Thomas Larfo Dimiera.

Karena tiang rusak, lanjut Thomas, maka pekerjaan enam payung elektrik Masjid Raya Annur Riau butuh waktu lebih.

“Jadi besinya bengkok, bukan patah. Itu yang perlu diluruskan. Tapi itu butuh waktu jadinya untuk menyelesaikan pekerjaan,”ujarnya.

Dikatakan Thomas, dengan kejadian tersebut maka pekerjaan payung tidak bisa diselesaikan kontraktor hingga berakhirnya pemberian kesempatan kedua, 28 Maret 2023.

“Kalau kejadiannya seperti ini, tentu tidak bisa kontraktor menyelesaikan sampai kesempatan kedua. Ini kan kejadian luar biasa, karena alam. Jadi harus ada kompensasi untuk rekanan. Yang jelas waktu shalat Idul Fitri 1444 Hijriyah nanti sudah bisa dipakai,”tegasnya.

“Sekarang kondisi payung sudah saya minta untuk dikuncupkan semua. Karena kondisi saat ini kita tidak tau, bahaya takut hujan angin lagi,”sambungnya.

Ditambahkan Thomas, payung elektrik Masjid Raya Annur Riau tersebut memang bukan untuk menahan hujan. Dimana ketika ada hujan seharusnya payung menguncup.

“Hanya saja, kemarin itu settingan nya belum selesai. Jadi ya begitu kondisinya saat hujan es dan angin kencang,”tuturnya.

Untuk diketahui, proyek payung elektrik Masjid Raya Annur Riau dikerjakan oleh PT Bersinar Jestive Mandiri melalui anggaran tahun 2022.

Namun sampai akhir tahun 2022, pekerjaan tak kunjung rampung. Kemudian rekanan diberikan kesempatan 50 hari kerja, ternyata proyek senilai Rp 42 Milliar itu belum juga selesai, dan kontraktor diberikan kesempatan kedua, namun juga molor.(Mel/Ckp)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments