Sabtu, April 18, 2026
Beranda Riau DURI Anaknya Jadi Bahan Percobaan, Ayah di Duri Sesalkan Sikap Medis RSUD Mandau

Anaknya Jadi Bahan Percobaan, Ayah di Duri Sesalkan Sikap Medis RSUD Mandau

Jagariau – DURI – Kecewa akan layanan yang diberikan tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mandau, seorang ayah di Duri menumpahkan kekesalannya dengan menemui sejumlah wartawan di Kota Duri, Selasa (29/11/22).

Pasalnya sang putra yang berusia 1,4 tahun yang divonis menderita infeksi Paru harus menerima perlakuan yang menurutnya tidak manusiawi dan pantas oleh tenaga medis sejak Ahad (27/11/22) saat akan dipasangi jarum infus.

Mirisnya, pemasangan jarum infus itu tak berjalan mulus, hingga belasan kali hingga membuat sang anak tak berdaya dan mendapat pelayanan acak acakan akibat ulah perawat yang jauh dari kata profesional mencari pembuluh darah.

Akibatnya, sang anak itu harus menjalani Vena Central atau tindakam operasi akibat tidak ditemukannya pembuluh darah untuk memasang infus itu. Alih alih anaknya sehat, sang ayah malah disodori surat pernyataan penolakan pemasangan yang tentunya merugikan pasien.

Sang ayah, Muhammad Ikhsan mengaku sedih dan kecewa berat akan perlakuan tenaga medis itu. Menurutnya, kondisi sang anak hingga kini semakin memprihatinkan akibat ulah tenaga medis tersebut.

“Entah apa yang harus saya lakukan Pak, mengadu pun bingung harus kemana. Sementara kami dihadapkan dengan surat pernyataan penolakan pemasangan infus yang jelas jelas merugikan anaknya,”keluhnya.

Dikatakannya, setelah menolak penandatanganan surat pernyataan tersebut, kini sang anak diarahkan agar menjalani operasi untuk melancarkan pemasangan infus.”Ini lagi mengurus surat agar masuk pengobatan Jamkesda,”ceritanya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Mandau, dr Chairiah melalui Kasi Humas, Melly saat dikonfirmasi menjelaskan jika Kronologis kejadiannya tidak seperti yang dikatakan orang tua anak. Namun memang kondisi masing masing pasien beda, apalagi pada pasien anak. Susah mencari pembuluh darah dan memang harus dilakukan tindakan Vena Central untuk memasukkan cairan dan Obat.

“Jika dikatakan pernyataan penolakan infus tidak benar. Dengan kondisi yang terjadi saat ini pada pasien anak itu, memang tindakan Vena Central harus dilakukan karena sulitnya mendapatkan titik pemasangan infus pada pasien,”jelasnya.

Namum sebelum berita dirilis, salah seorang perawat malah mendatangi ibu sang anak dan mengatakan jangan suka mengadu.”Sampaikan ke suami ibuk, jangan suka mengadu,”ungkap ikhsan menirukan pengaduan istrinya.(hen)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments