Selasa, April 21, 2026
Beranda Riau DURI Terparah Sepanjang Sejarah, Duri Timur Dikepung Air

Terparah Sepanjang Sejarah, Duri Timur Dikepung Air

Jagariau – DURI – Umpatan dan makian terus terlontar dari mulut warga Duri Timur kepada Pemerintah berjuluk Sri Junjungan saat air mulai naik akibat hujan deras, Ahad (13/11/22) petang hingga malam.

Emosi warga semakin memuncak tat kala mengetahui adanya pembangunan proyek drainase baru sepanjang 150 meter lebih tak jauh dari pemukiman warga. Alih alih memberikan manfaat agar warga terhindar dari banjir, kini malah menjadi musibah.

“Pak Lurah, tolong kami. Semakin hari semakin parah,”ujar salah seorang warga saat berusaha keluar dari jebakan air.

Dikatakan warga itu, dirinya mengaku kecewa berat dengan sikap Pemerintah yang seakan akan tutup mata dengan kondisi yang merugikan warga.”Tak ada sema sekali perhatiannya dan niat untuk membantu kami kami ini,”keluhnya.

Muhammad Saufi, Ketua RT 03, RW 05 Kelurahan Duri Timur mengaku kewalahan menghadapi keluhan warganya yang terdampak banjir dan menyesalkan pembangunan proyek drainase yang baru saja dikerjakan dikarenakan dianggap sebagai biang kerok semakin parahnya genangan air dikawasan Jalan Alhamra Ujung.

“Sepanjang sejarah kami tinggal disini sekitar tiga puluh dua tahun lalu, ini baru banjir terparah. Hampir seluruh warga protes ke saya akan pengerjaan proyek drainase itu. Semakin dikerjakan semakin parah banjirnya,”ungkapnya.

Ditambahkan Saufi, bukan tidak bersyukur dengan kehadiran proyek darainse yang terkesan seperti siluman itu, namun manfaatnya dirasa tidak ada. Malahan derita semakin dirasakan warga.”Tak ada manfaatnya, salah sasaran itu, tapi bagaimanalah, Pak Lurah menghubungi saya agar tidak mempermasalahkan proyek drainse itu. Inilah akibatnya,”ceritanya.

Lurah Duri Timur, Tommy Adi Putra saat dikonfirmasi membenarkan banjir tersebut.”iya tadi Pak juga sudah kasih kabar,”jawabnya singkat.

Pantauan jagariau.com dilapangan, hingga berita ini diturunkan, genangan air mencapai lutut orang dewasa dan meluluh lantakan perabotan puluhan rumah yang tersebar di daerah rawan banjir di Kelurahan paling Timur di Kecamatan Mandau tersebut. Intensitas hujan yang masih mengguyur dikhawatirkan semakin menenggelamkan pemukiman warga.(hen)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments