Sabtu, Juni 27, 2026
Beranda Riau PEKANBARU Pekan Ini, Harga TBS Sawit di Riau Kembali Naik

Pekan Ini, Harga TBS Sawit di Riau Kembali Naik

Jagariau – PEKANBARU – Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja, Selasa (11/11/22) menjelaskan, harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit periode 12 – 18 Oktober 2022, mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur. Dengan jumlah kenaikan terbesar terjadi pada kelompok umur 10 – 20 tahun sebesar Rp 79,51/ per Kilogram atau mencapai 3,34 persen dari harga pekan lalu.

Menurutnya, kenaikkan harga TBS disamping disebabkan terjadinya kenaikkan dan penurunan harga jual CPO dan kernel dari perusahaan yang menjadi sumber data, juga disebabkan harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) menguat sepanjang pekan ini.

“Pada akhir perdagangan pekan lalu, 7 Oktober 2022 harga CPO tercatat MYR3.837 per ton, melonjak 3,7 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Sepanjang minggu harganya naik 12,32 persen secara point-to-point (ptp), terbaik sejak Mei 2021. Penyebabnya, sambung Defris, adalah OPEC dan OPEC + memutuskan mengurangi produksi sebesar 2 juta barel per hari (bph) pada pertemuan yang diselenggarakan di Wina pada Rabu lalu. Angka tersebut menjadi pemotongan yang terbesar sejak pandemi Covid -19 pada 2020 yang memangkas 10 juta bph. Harga minyak mentah juga didukung oleh pasokan, stok minyak mentah, bensin dan persediaan sulingan AS yang turun pekan lalu, menurut data Administrasi Informasi Energi (EIA),”urainya.

Sementara, paparnya, persediaan minyak mentah mencatat penarikan secara mengejutkan sebesar 1,4 juta barel menjadi 429,2 juta barel. Mahalnya harga minyak mentah membuat CPO menjadi lebih menarik untuk dijadikan bahan baku biodiesel, sehingga permintaan akan CPO pun ikut meningkat. Minyak sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait karena mereka bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar.

“CPO dijadikan minyak alternatif bagi bahan bakar yang berbahan minyak mentah. Inilah sebabnya gerak harga minyak mentah dunia berpengaruh terhadap harga CPO,”ungkapnya.

Dari hasil penetapan harga TBS kelapa sawit Riau periode 12 – 18 Oktober 2O22, untuk TBS sawit umur 3 tahun naik menjadi Rp 1.809,01 perkilogram, TBS sawit umur 4 tahun naik menjadi Rp 1.961,58 perkilogram, TBS sawit umur 5 tahun naik menjadi Rp 2.146,07 perkilogram, TBS sawit umur 6 tahun naik menjadi Rp 2.197,95 perkilogram, TBS sawit umur 7 tahun naik menjadi Rp 2.283,81 perkilogram, TBS sawit umur 8 tahun naik menjadi Rp 2.347,18 perkilogram, TBS sawit umur 9 tahun naik menjadi Rp 2.403,02 perkilogram.

“TBS sawit umur 10-20 tahun naik menjadi Rp 2.459,86 perkilogram,”ujar Delfris.

Selanjutnya, TBS sawit umur 21 tahun naik menjadi Rp 2.354,17 perkilogram, TBS sawit umur 22 tahun naik menjadi Rp 2.342,21 perkilogram, TBS sawit umur 24 tahun naik menjadi Rp 2.332,24 perkilogram, TBS sawit umur 25 tahun naik menjadi Rp 2.232,53 perkilogram dan TBS sawit umur 25 tahun naik menjadi Rp 2.177,68 perkilogram.(Bil)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments