Jagariau – PEKANBARU – Jumat (7/10/22) pagi, Media sosial (Medsos) dan group WhatsApp di Kuantan Singingi (Kuansing) dihebohkan dengan beredarnya informasi penangkapan dua orang pria berinisial RT (30) dan SA (35). Keduanya diduga sebagai tersangka pembunuhan sadis ibu dan anak di Kecamatan Pangean.
Selain itu, di Medsos juga beredar sejumlah foto foto pelaku RT yang diketahui mantan pacar salah seorang korban saat masih menjalin asmara dan foto evakuasi sepeda motor korban yang dibuang ke Sungai Kuantan, tepat di bawah Jembatan Benai serta video saat pelaku RT dengan mata dilakban berada di dalam mobil aparat saat ditangkap. Video terakhir berupa visual yang menunjukkan lokasi pelaku mengubur telephon genggam korban, di samping rumah pelaku SA di Desa Sako, Pangean.
Terkait penangkapan RT dan SA, sebagai tersangka pembunuhan sadis terhadap Hasnah (60) dan anak gadisnya Suryani (24) pada 27 September lalu, Kapolres Kuansing AKBP Rendra Okta Dinata tidak membantah. Termasuk tidak membantah sejumlah foto kedua pelaku yang riauterkini.com kirimkan via WhatsApp. Ia hanya minta waktu untuk mengumpulkan data dari lapangan.
“Mohon waktu untuk dikumpulin data di lapangan,” tulisnya menjawab pesan WhatsApp riauterkini.com, Jumat (7/10/2022).

Demikian juga saat ditanya apakah RT dan SA ditahan di Mapolres Kuansing, Rendra belum bersedia menjawab.
Peristiwa horor yang terjadi di Dusun Penghijauan, Desa Pasar Baru, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuansing, Selasa (27/9/22) perlahan mulai terungkap. Penebar maut terhadap Hasnah (60) dan anak gadisnya Suryani (24) akhir terlacak jati dirinya. Namun demikian, keresahan masih meliputi desa itu.
Ibu dan anak gadis tersebut ditemukan di ruang tengah rumah dalam kondisi tak bernyawa. Tubuh mereka bersimbah darah. Sementara sebilah kampak masih berlumur darah tergeletak tak jauh dari kedua jenazah tersebut. Kampak itu diduga menjadi senjata pelaku untuk mengeksekusi keduanya.(Bil)











